Palu – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu di tingkat nasional. Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi, Moh. Khaidir Akmal, berhasil meraih Juara III Nasional pada kategori Short Video Competition dalam ajang Kompetisi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (KST PTKI) II Tahun 2026.
Prestasi tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Ketua Forum Dekan Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN Nomor 004/SK.FORDEKFST/2026 tentang Penetapan Pemenang Kompetisi Sains dan Teknologi PTKI II Tahun 2026.
Dilansir dari unggahan resmi Instagram Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu, karya yang mengantarkan Moh. Khaidir Akmal meraih prestasi nasional tersebut berjudul “Sarung – Fashion Paling Jujur Milik Indonesia” dengan mengangkat subtema “Budaya Lokal sebagai Inspirasi Inovasi Global.”
Kompetisi Sains dan Teknologi PTKI II Tahun 2026 sendiri mengusung tema “Inovasi Berkelanjutan dan Kearifan Lokal untuk Masa Depan Indonesia.” Berdasarkan informasi pada publikasi resmi penyelenggara, kompetisi ini mempertandingkan tujuh kategori lomba, yaitu Pemetaan Tematik dengan Google My Maps, Batik Digital Nusantara, Esai, Short Video Competition, Poster Ilmiah, The Entrepreneurial Creator, dan Videografis. Seluruh rangkaian kompetisi dilaksanakan secara daring dan diikuti mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di seluruh Indonesia.
Berbeda dengan kebanyakan video bertema budaya yang hanya menampilkan keindahan visual, karya “Sarung – Fashion Paling Jujur Milik Indonesia” menghadirkan pendekatan storytelling yang mengajak penonton memahami makna filosofis sebuah sarung sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
Melalui sinematografi yang sederhana namun kuat, video tersebut memperlihatkan bagaimana sarung hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Berbagai adegan menampilkan detail motif, cara mengenakan sarung, hingga aktivitas yang menggambarkan bahwa sarung bukan sekadar busana tradisional, melainkan simbol kesederhanaan, kejujuran, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Visual yang disajikan juga memperlihatkan perpaduan antara teknik videografi modern dengan kekayaan budaya lokal. Komposisi gambar, pemilihan sudut pengambilan gambar, transisi, pencahayaan, serta pewarnaan (color grading) menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga mampu menyampaikan pesan budaya secara emosional kepada penonton.
Pendekatan tersebut menjadikan sarung tampil sebagai representasi budaya Indonesia yang tetap relevan di era modern. Pesan yang disampaikan menunjukkan bahwa warisan budaya lokal tidak harus dipandang sebagai sesuatu yang kuno, tetapi justru dapat menjadi sumber inspirasi inovasi yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.
Keberhasilan Moh. Khaidir Akmal menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Datokarama Palu mampu bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia. Karya yang dihasilkan tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam bidang produksi video, tetapi juga keberhasilan mengemas nilai budaya Indonesia menjadi media komunikasi yang kreatif, edukatif, dan inspiratif.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu memiliki kreativitas, kemampuan teknologi digital, serta kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Kombinasi antara inovasi dan nilai budaya menjadi kekuatan utama yang mampu membawa karya tersebut meraih pengakuan di tingkat nasional.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UIN Datokarama Palu untuk terus berkarya, mengembangkan inovasi, serta aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik maupun kreatif di tingkat nasional dan internasional. Dengan semangat inovasi yang berpijak pada kearifan lokal, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya-karya yang tidak hanya membanggakan kampus, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan pelestarian budaya Indonesia.
