Sejarah UIN Datokarama Palu Lengkap: Dari IAIN Alauddin Cabang Palu hingga Menjadi Universitas Islam Negeri

Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Provinsi Sulawesi Tengah yang memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di kawasan timur Indonesia. Kampus ini tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses perjuangan yang berlangsung selama puluhan tahun hingga akhirnya resmi bertransformasi menjadi universitas pada tahun 2021.

Transformasi tersebut menjadi tonggak penting dalam memperluas cakupan keilmuan, tidak hanya di bidang studi keislaman, tetapi juga ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, dan bidang multidisiplin lainnya.

Bacaan Lainnya

Sejarah Singkat UIN Datokarama Palu

Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Provinsi Sulawesi Tengah yang memiliki perjalanan sejarah panjang dalam membangun pendidikan tinggi Islam di kawasan timur Indonesia. Keberadaan kampus ini tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengintegrasikan ilmu agama, sains, teknologi, sosial, dan humaniora untuk menjawab tantangan zaman.

Perjalanan UIN Datokarama Palu diawali dari keinginan para tokoh masyarakat, ulama, akademisi, dan pemerintah daerah Sulawesi Tengah untuk menghadirkan perguruan tinggi Islam negeri di Kota Palu. Gagasan tersebut mulai diwujudkan pada Mei 1966 melalui pembentukan Panitia Persiapan Pendirian IAIN Palu yang dipimpin oleh Abidin Ma’ruf, S.H., bersama sejumlah tokoh Muslim Sulawesi Tengah. Langkah ini menjadi tonggak awal lahirnya pendidikan tinggi Islam negeri di wilayah tersebut.[]

Perjuangan tersebut membuahkan hasil ketika pada 8 Mei 1969 Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin yang sebelumnya berstatus filial ditingkatkan menjadi cabang resmi IAIN Alauddin Ujung Pandang. Peresmian dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Agama Republik Indonesia atas nama Menteri Agama. Kehadiran dua fakultas tersebut menjadi fondasi utama berkembangnya pendidikan tinggi Islam negeri di Sulawesi Tengah dan melahirkan banyak tenaga pendidik, ulama, serta tokoh masyarakat yang berkontribusi bagi pembangunan daerah.[]

Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi Islam, pemerintah kemudian menetapkan perubahan status kelembagaan menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Datokarama Palu melalui Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 1997. Perubahan ini memberikan keleluasaan bagi kampus untuk mengembangkan program studi, meningkatkan kualitas akademik, serta memperluas peran dalam pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.[]

Perkembangan kampus terus berlanjut ketika STAIN Datokarama Palu resmi berubah menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2013. Status baru tersebut memungkinkan pembentukan berbagai fakultas dan program studi baru sehingga layanan pendidikan menjadi semakin luas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi Islam yang berkualitas.[]

Tonggak sejarah terbesar terjadi pada tahun 2021, ketika Presiden Republik Indonesia menetapkan Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2021 yang mengubah status IAIN Palu menjadi Universitas Islam Negeri Datokarama Palu. Peraturan Presiden tersebut ditandatangani pada 8 Juli 2021 dan mulai berlaku pada 12 Juli 2021. Perubahan status ini menjadi momentum penting dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis integrasi ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern. Selain menyelenggarakan pendidikan tinggi keagamaan Islam, UIN Datokarama Palu juga memperoleh kewenangan menyelenggarakan berbagai program studi di bidang ilmu lainnya sesuai kebutuhan pembangunan nasional.[]

Transformasi menjadi universitas membuka babak baru bagi UIN Datokarama Palu. Berbagai fakultas baru mulai dibentuk, termasuk Fakultas Sains dan Teknologi yang menghadirkan program studi seperti Informatika, Sistem Informasi, Arsitektur, dan Teknik Sipil. Perkembangan tersebut menunjukkan komitmen kampus dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi keislaman, tetapi juga mampu bersaing di bidang sains, teknologi, dan profesi lainnya.

Kini, UIN Datokarama Palu terus berkembang sebagai salah satu PTKIN yang aktif meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai capaian, seperti pembukaan program studi baru, peningkatan akreditasi, kerja sama internasional, hingga penerimaan mahasiswa dari berbagai negara, menjadi bukti komitmen kampus dalam mewujudkan visi sebagai universitas Islam yang unggul, moderat, dan berdaya saing global.

Awal Berdirinya Perguruan Tinggi Islam Negeri di Sulawesi Tengah

Perjalanan berdirinya perguruan tinggi Islam negeri di Sulawesi Tengah merupakan bagian dari sejarah panjang perjuangan masyarakat dalam memperluas akses pendidikan tinggi berbasis nilai-nilai Islam. Pada dekade 1960-an, ketika jumlah perguruan tinggi di wilayah Sulawesi Tengah masih sangat terbatas, para ulama, tokoh masyarakat, akademisi, dan pemerintah daerah mulai menyadari pentingnya menghadirkan lembaga pendidikan tinggi Islam negeri yang mampu mencetak generasi intelektual muslim sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Pada masa itu, lulusan madrasah aliyah dan sekolah menengah yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di bidang keislaman harus menempuh perjalanan ke luar daerah, seperti Makassar atau Yogyakarta. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan biaya, jarak, serta akses transportasi yang belum semudah sekarang. Oleh sebab itu, muncul aspirasi kuat dari masyarakat Sulawesi Tengah agar pemerintah mendirikan perguruan tinggi Islam negeri di Kota Palu sebagai pusat pendidikan Islam di kawasan tersebut.[]

Inisiatif Tokoh Masyarakat dan Ulama

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, pada Mei 1966 dibentuk sebuah panitia yang diberi nama Panitia Persiapan Pendirian IAIN “Datokarama” Palu. Pembentukan panitia ini menjadi tonggak awal lahirnya perguruan tinggi Islam negeri di Sulawesi Tengah.

Panitia tersebut terdiri atas berbagai unsur masyarakat, mulai dari akademisi, pejabat pemerintah, ulama, hingga tokoh masyarakat. Ketua panitia dipercayakan kepada Abidin Ma’ruf, S.H., didampingi KH. Zainal Abidin Betalembah sebagai wakil ketua. Struktur kepanitiaan juga melibatkan Abu Naim Syaar, B.A., Isma’un Dg. Marotja, B.A., Drs. H. M. Ridwan, serta sejumlah tokoh lainnya yang memiliki komitmen besar terhadap kemajuan pendidikan Islam di Sulawesi Tengah.[]

Pembentukan panitia tersebut menunjukkan bahwa pendirian perguruan tinggi Islam negeri bukan hanya merupakan kebijakan pemerintah, melainkan lahir dari semangat gotong royong masyarakat yang menginginkan hadirnya lembaga pendidikan tinggi berkualitas di daerahnya.

Membuka Dua Fakultas sebagai Langkah Awal

Setelah panitia terbentuk, langkah berikutnya adalah mempersiapkan penyelenggaraan kegiatan akademik. Berkat kerja sama dengan IKIP Ujung Pandang Cabang Palu, Universitas Tadulako Cabang Universitas Hasanuddin, serta dukungan Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah, panitia berhasil membuka dua fakultas sebagai embrio perguruan tinggi Islam negeri, yaitu:

  • Fakultas Tarbiyah, dipimpin oleh KH. Zainal Abidin Betalembah sebagai dekan.
  • Fakultas Ushuluddin, dipimpin oleh KH. M. Qasim Maragau sebagai dekan.

Kedua fakultas tersebut menjadi fondasi awal yang sangat penting dalam perjuangan mendirikan institusi pendidikan tinggi Islam negeri di Kota Palu. Dukungan masyarakat terhadap pembukaan fakultas ini sangat besar. Pada tahun akademik 1966/1967, tercatat sekitar 125 mahasiswa mendaftarkan diri sebagai angkatan pertama. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan tinggi Islam, meskipun fasilitas dan sarana pendidikan saat itu masih sangat terbatas.

Perjuangan Mendapatkan Status Negeri

Walaupun kegiatan akademik telah dimulai, perjuangan untuk memperoleh status sebagai Institut Agama Islam Negeri (IAIN) masih menghadapi berbagai tantangan. Pemerintah melalui Departemen Agama ketika itu belum dapat langsung menyetujui pendirian IAIN “Datokarama” Palu karena masih terdapat sejumlah persyaratan administratif, kelembagaan, dan akademik yang harus dipenuhi.

Sebagai solusi, Menteri Agama memberikan arahan agar dua fakultas yang telah berjalan tersebut dijadikan fakultas filial atau cabang dari IAIN Alauddin Ujung Pandang (kini UIN Alauddin Makassar). Kebijakan ini memungkinkan proses pendidikan tetap berjalan sambil mempersiapkan berbagai persyaratan untuk menjadi perguruan tinggi yang berdiri sendiri di kemudian hari.

Status sebagai fakultas filial justru menjadi momentum penting dalam membangun sistem akademik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan perguruan tinggi Islam negeri di Sulawesi Tengah.

Fondasi Lahirnya UIN Datokarama Palu

Periode awal tahun 1966–1969 merupakan fase yang sangat menentukan dalam sejarah pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Tengah. Berkat kegigihan para pendiri, dukungan pemerintah daerah, dan antusiasme masyarakat, embrio perguruan tinggi Islam negeri berhasil dibangun meskipun dengan berbagai keterbatasan.

Fondasi yang diletakkan pada masa tersebut kemudian berkembang menjadi Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin Cabang IAIN Alauddin Ujung Pandang, selanjutnya bertransformasi menjadi STAIN Datokarama Palu pada tahun 1997, berubah menjadi IAIN Palu pada tahun 2013, dan akhirnya resmi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu pada tahun 2021. Perjalanan panjang ini menunjukkan bahwa keberadaan UIN Datokarama Palu merupakan hasil perjuangan kolektif masyarakat Sulawesi Tengah yang menginginkan hadirnya pusat pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, modern, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.[]

Masa Menjadi Cabang IAIN Alauddin Ujung Pandang

Perjalanan pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Tengah memasuki babak baru ketika dua fakultas yang telah dirintis oleh Panitia Persiapan Pendirian IAIN Datokarama Palu memperoleh pengakuan resmi dari pemerintah sebagai bagian dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Ujung Pandang—kini bernama Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Periode ini menjadi fase penting dalam membangun fondasi akademik, tata kelola kelembagaan, serta kualitas pendidikan tinggi Islam yang kelak berkembang menjadi UIN Datokarama Palu.

Menjadi Fakultas Filial IAIN Alauddin

Setelah kegiatan akademik dimulai pada tahun 1966, pemerintah melalui Departemen Agama melakukan evaluasi terhadap kesiapan kelembagaan perguruan tinggi Islam yang sedang berkembang di Kota Palu. Pada saat itu, persyaratan untuk mendirikan sebuah institut agama Islam negeri yang berdiri sendiri masih belum sepenuhnya terpenuhi, baik dari aspek sumber daya manusia, organisasi, maupun sarana pendukung.

Sebagai solusi, Menteri Agama Republik Indonesia menetapkan bahwa Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin di Palu berstatus sebagai fakultas filial (cabang) di bawah pembinaan IAIN Alauddin Ujung Pandang. Kebijakan ini memungkinkan proses pendidikan tetap berlangsung dengan standar akademik yang sama seperti kampus induknya, sekaligus menjadi tahapan pembinaan menuju terbentuknya institusi yang mandiri.[]

Peresmian Cabang IAIN Alauddin di Palu

Tonggak sejarah penting terjadi pada 8 Mei 1969, ketika Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin di Palu secara resmi ditingkatkan statusnya menjadi cabang IAIN Alauddin Ujung Pandang. Peresmian tersebut dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Departemen Agama Republik Indonesia atas nama Menteri Agama.

Dengan perubahan status tersebut, kedua fakultas memperoleh legitimasi sebagai bagian dari salah satu perguruan tinggi Islam negeri terbesar di Indonesia bagian timur. Pengakuan ini memberikan kepastian hukum terhadap penyelenggaraan pendidikan, penerbitan ijazah, pengembangan kurikulum, serta pembinaan dosen dan tenaga kependidikan. Informasi ini tercatat dalam sejarah resmi UIN Datokarama Palu.

Penguatan Sistem Akademik

Menjadi bagian dari IAIN Alauddin memberikan banyak manfaat bagi perkembangan pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Tengah. Seluruh penyelenggaraan akademik mulai mengacu pada standar yang diterapkan oleh kampus induk, mulai dari kurikulum, proses pembelajaran, sistem evaluasi mahasiswa, hingga pengembangan kualitas dosen.

Pada masa ini, berbagai dosen dari IAIN Alauddin Ujung Pandang secara berkala memberikan pembinaan akademik di Palu. Hubungan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga mempercepat proses transfer pengalaman dalam pengelolaan perguruan tinggi negeri.

Selain itu, mahasiswa memperoleh kepastian bahwa pendidikan yang mereka tempuh memiliki kualitas yang diakui secara nasional karena berada di bawah institusi negeri yang telah mapan.

Menjawab Kebutuhan Pendidikan Islam di Sulawesi Tengah

Keberadaan cabang IAIN Alauddin di Palu mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Semakin banyak lulusan madrasah aliyah, pesantren, dan sekolah menengah atas yang memilih melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan Sulawesi Tengah.

Pada masa itu, perguruan tinggi ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan dakwah, penelitian keislaman, serta pembinaan masyarakat. Banyak alumni yang kemudian berkiprah sebagai guru, dosen, hakim agama, penyuluh agama, birokrat, hingga tokoh masyarakat yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Peran tersebut menjadikan cabang IAIN Alauddin Palu sebagai salah satu motor pengembangan sumber daya manusia Islam di Sulawesi Tengah pada dekade 1970-an hingga 1990-an.

Fondasi Menuju Kemandirian

Selama hampir tiga dekade menjadi bagian dari IAIN Alauddin Ujung Pandang, berbagai aspek kelembagaan terus mengalami perkembangan. Jumlah mahasiswa meningkat dari tahun ke tahun, kualitas tenaga pengajar semakin baik, dan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan kampus terus bertambah.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa cabang IAIN Alauddin di Palu telah memiliki kapasitas untuk berdiri sebagai perguruan tinggi negeri yang mandiri. Oleh karena itu, pemerintah kemudian menetapkan perubahan status kelembagaan menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Datokarama Palu melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1997.

Perubahan status ini menjadi awal dari babak baru pengembangan pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Tengah, yang selanjutnya berkembang menjadi IAIN Palu pada tahun 2013 dan akhirnya bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu pada tahun 2021.

Perubahan Menjadi STAIN Datokarama Palu

Perkembangan pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Tengah selama hampir tiga dekade sebagai cabang IAIN Alauddin Ujung Pandang menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan. Peningkatan jumlah mahasiswa, bertambahnya tenaga dosen, semakin baiknya penyelenggaraan akademik, serta meningkatnya dukungan pemerintah daerah menjadi indikator bahwa lembaga pendidikan tinggi Islam di Palu telah memiliki kapasitas untuk berdiri secara mandiri.

Atas dasar perkembangan tersebut, pemerintah melakukan penataan kelembagaan perguruan tinggi agama Islam negeri di Indonesia. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan pendidikan tinggi sekaligus memberikan keleluasaan kepada setiap daerah untuk mengembangkan institusi pendidikan sesuai kebutuhan masyarakat.

Resmi Menjadi STAIN Datokarama Palu

Tonggak sejarah penting terjadi pada 21 Maret 1997, ketika Presiden Republik Indonesia menetapkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 11 Tahun 1997 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Melalui kebijakan tersebut, sejumlah fakultas cabang IAIN di berbagai daerah diubah statusnya menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), termasuk lembaga pendidikan tinggi Islam di Kota Palu yang resmi menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Datokarama Palu.

Perubahan status tersebut menandai berakhirnya masa pembinaan langsung di bawah IAIN Alauddin Ujung Pandang dan sekaligus menjadi awal kemandirian perguruan tinggi Islam negeri di Sulawesi Tengah dalam mengelola pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Makna Nama “Datokarama”

Nama Datokarama dipertahankan sebagai identitas resmi lembaga karena memiliki nilai historis yang sangat penting bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Datokarama dikenal sebagai salah satu ulama yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Lembah Palu dan wilayah sekitarnya. Pemilihan nama tersebut bukan sekadar simbol, tetapi juga menjadi penghormatan terhadap jasa tokoh penyebar Islam yang meletakkan dasar perkembangan kehidupan keagamaan di Sulawesi Tengah.

Dengan menggunakan nama Datokarama, kampus diharapkan mampu melanjutkan semangat dakwah, pendidikan, dan pengembangan ilmu pengetahuan sebagaimana yang telah diwariskan oleh tokoh tersebut.

Kemandirian dalam Pengelolaan Akademik

Perubahan status menjadi STAIN memberikan ruang yang lebih luas bagi institusi untuk mengembangkan tata kelola perguruan tinggi secara mandiri. Berbagai kebijakan akademik yang sebelumnya harus mengikuti kampus induk mulai disusun sesuai kebutuhan masyarakat Sulawesi Tengah, tentunya tetap mengacu pada standar nasional pendidikan tinggi.

Pada periode ini, STAIN Datokarama Palu mulai memperkuat berbagai aspek kelembagaan, antara lain:

  • peningkatan kualitas kurikulum;
  • pengembangan kompetensi dosen;
  • penambahan tenaga kependidikan;
  • peningkatan sarana dan prasarana kampus;
  • penguatan budaya penelitian;
  • peningkatan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kemandirian tersebut menjadi modal penting dalam membangun identitas kampus sebagai pusat pendidikan tinggi Islam yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Pengembangan Program Studi

Setelah berstatus STAIN, pengembangan program studi berlangsung lebih dinamis. Jika sebelumnya penyelenggaraan pendidikan hanya berfokus pada Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin, maka pada masa STAIN mulai dilakukan penyesuaian dan pengembangan program studi sesuai kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan.

Fokus utama pengembangan tetap berada pada bidang pendidikan Islam, syariah, dakwah, dan ushuluddin. Namun demikian, berbagai pembaruan kurikulum mulai dilakukan agar lulusan memiliki kompetensi yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman.

Selain itu, STAIN Datokarama mulai memperkuat kegiatan penelitian dosen serta mendorong publikasi karya ilmiah sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Meningkatkan Kontribusi bagi Sulawesi Tengah

Status baru sebagai STAIN menjadikan kampus semakin dipercaya masyarakat. Jumlah mahasiswa terus mengalami peningkatan dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, bahkan mulai menarik minat calon mahasiswa dari provinsi lain.

Lulusan STAIN Datokarama Palu banyak berkiprah sebagai:

  • guru dan dosen;
  • hakim pada lingkungan Peradilan Agama;
  • penyuluh agama;
  • aparatur sipil negara;
  • peneliti;
  • tokoh masyarakat;
  • pimpinan lembaga pendidikan Islam.

Kontribusi tersebut memperkuat posisi STAIN Datokarama sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi Islam yang berperan penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.

Fondasi Menuju Institut dan Universitas

Masa STAIN Datokarama Palu dapat disebut sebagai periode konsolidasi kelembagaan. Berbagai pembenahan organisasi, peningkatan kualitas akademik, serta pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan selama periode ini menjadi fondasi bagi transformasi berikutnya.

Keberhasilan STAIN dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan akhirnya mendorong pemerintah kembali meningkatkan status kelembagaan. Melalui Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2013, STAIN Datokarama Palu resmi berubah menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu. Perubahan tersebut membuka peluang yang lebih besar untuk memperluas fakultas, program studi, serta memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam pembangunan nasional.

Dengan demikian, perubahan status menjadi STAIN Datokarama Palu bukan sekadar pergantian nama lembaga, tetapi merupakan fase strategis yang menandai lahirnya perguruan tinggi Islam negeri yang mandiri di Sulawesi Tengah. Masa ini menjadi fondasi penting bagi transformasi berikutnya hingga akhirnya resmi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu pada tahun 2021

Transformasi Menjadi IAIN Palu

Setelah lebih dari satu dekade menjalankan perannya sebagai Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Datokarama Palu, perkembangan institusi terus menunjukkan tren yang positif. Peningkatan jumlah mahasiswa, bertambahnya program studi, meningkatnya kualitas dosen, serta semakin luasnya peran kampus dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi indikator bahwa STAIN Datokarama telah memenuhi syarat untuk naik status menjadi institut.

Perubahan status ini bukan hanya merupakan perubahan nomenklatur kelembagaan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kapasitas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) agar mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih luas, berkualitas, dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.

Resmi Menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Tonggak sejarah baru tercatat ketika Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 51 Tahun 2013 tentang perubahan status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Datokarama Palu menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu. Peraturan Presiden tersebut ditetapkan pada 30 Juli 2013 dan menjadi dasar hukum resmi transformasi kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi institut. Transformasi ini menandai dimulainya era baru pengembangan pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Tengah dengan cakupan akademik yang lebih luas dan struktur organisasi yang lebih komprehensif. (peraturan.bpk.go.id)

Perubahan Struktur Kelembagaan

Berbeda dengan STAIN yang hanya memiliki struktur sekolah tinggi, status sebagai institut memungkinkan pembentukan beberapa fakultas sesuai rumpun keilmuan. Perubahan ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengembangan program studi, peningkatan kualitas akademik, serta perluasan layanan pendidikan kepada masyarakat.

Setelah berubah menjadi IAIN Palu, struktur organisasi kampus mengalami penataan yang lebih modern. Fakultas-fakultas mulai diperkuat sehingga mampu mengakomodasi kebutuhan pendidikan tinggi Islam yang semakin beragam. Pengelolaan akademik juga menjadi lebih efektif karena setiap fakultas memiliki kewenangan dalam mengembangkan kurikulum, penelitian, dan kegiatan kemahasiswaan sesuai bidang ilmunya.

Transformasi kelembagaan ini juga memperkuat tata kelola perguruan tinggi, baik dalam aspek administrasi, perencanaan strategis, pengembangan sumber daya manusia, maupun sistem penjaminan mutu internal.

Memperluas Bidang Keilmuan

Status sebagai institut membuka peluang yang lebih besar bagi IAIN Palu untuk mengembangkan berbagai disiplin ilmu keislaman secara lebih mendalam. Selain mempertahankan program studi yang telah ada, kampus juga mulai memperluas cakupan pendidikan melalui pembukaan berbagai program studi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Pada periode ini, pengembangan akademik tidak hanya difokuskan pada aspek pendidikan agama Islam, tetapi juga diarahkan pada penguatan bidang:

  • pendidikan dan keguruan;
  • hukum Islam;
  • ekonomi syariah;
  • dakwah dan komunikasi Islam;
  • ushuluddin;
  • adab dan humaniora.

Perluasan bidang keilmuan tersebut bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Transformasi menjadi IAIN Palu juga diikuti dengan penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam bidang pendidikan, kampus terus melakukan penyempurnaan kurikulum agar selaras dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Proses pembelajaran mulai mengadopsi pendekatan yang lebih inovatif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.

Pada bidang penelitian, IAIN Palu mendorong dosen untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah pada jurnal nasional maupun internasional. Berbagai kegiatan seminar, konferensi ilmiah, serta kerja sama penelitian mulai dikembangkan sebagai bagian dari budaya akademik kampus.

Sementara itu, dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, IAIN Palu aktif melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat, pembinaan keagamaan, pendampingan pendidikan, hingga pengembangan ekonomi berbasis syariah di berbagai wilayah Sulawesi Tengah.

Meningkatkan Kerja Sama Nasional dan Internasional

Status sebagai institut juga memberikan peluang yang lebih luas untuk membangun jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga, baik di tingkat nasional maupun internasional.

IAIN Palu mulai menjalin kolaborasi dengan kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi kemasyarakatan, hingga institusi luar negeri. Kerja sama tersebut meliputi pengembangan pendidikan, penelitian bersama, pertukaran akademik, pelatihan, hingga peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing institusi sekaligus memperluas kontribusi kampus dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat.

Mempersiapkan Transformasi Menjadi Universitas

Selama berstatus IAIN, perkembangan institusi berlangsung sangat pesat. Jumlah mahasiswa terus meningkat, kualitas dosen semakin baik, akreditasi program studi mengalami peningkatan, serta infrastruktur kampus berkembang secara signifikan.

Selain itu, muncul kebutuhan untuk membuka berbagai program studi di luar rumpun ilmu keagamaan, seperti sains, teknologi, kesehatan, dan ilmu sosial terapan. Namun, pengembangan tersebut belum dapat dilakukan secara optimal karena status institut masih memiliki keterbatasan dalam penyelenggaraan bidang ilmu umum.

Kondisi tersebut mendorong IAIN Palu untuk mengajukan perubahan status menjadi universitas. Setelah melalui proses evaluasi dan pemenuhan berbagai persyaratan, pemerintah akhirnya menetapkan Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2021 yang mengubah status IAIN Palu menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu. Transformasi ini menjadi tonggak sejarah baru yang membuka peluang lebih luas dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis integrasi ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern. (peraturan.bpk.go.id)

Era Baru Pengembangan Pendidikan Tinggi Islam

Transformasi menjadi IAIN Palu merupakan salah satu fase paling strategis dalam sejarah perkembangan pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Tengah. Pada periode inilah fondasi kelembagaan, tata kelola akademik, budaya penelitian, serta jejaring kerja sama diperkuat secara sistematis sebagai persiapan menuju universitas.

Keberhasilan IAIN Palu dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas layanan akademik, dan membangun kepercayaan masyarakat menjadi modal utama yang mengantarkan institusi ini bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri Datokarama Palu. Hingga saat ini, berbagai capaian yang diraih UIN Datokarama Palu tidak terlepas dari fondasi kuat yang dibangun selama masa menjadi Institut Agama Islam Negeri Palu.

Resmi Menjadi UIN Datokarama Palu

Transformasi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu merupakan tonggak sejarah paling penting dalam perjalanan pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Tengah. Perubahan status ini tidak hanya menandai peningkatan kelembagaan, tetapi juga mencerminkan kesiapan institusi dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang lebih luas, modern, dan berorientasi pada integrasi ilmu pengetahuan serta nilai-nilai keislaman.

Perubahan status tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang semakin kompleks.

Dasar Hukum Perubahan Status

Perubahan status IAIN Palu menjadi Universitas Islam Negeri Datokarama Palu ditetapkan melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2021 tentang Universitas Islam Negeri Datokarama Palu.

Peraturan Presiden tersebut ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 8 Juli 2021 dan mulai berlaku sejak diundangkan pada 12 Juli 2021. Dengan berlakunya regulasi tersebut, seluruh penyelenggaraan pendidikan tinggi yang sebelumnya berada di bawah nama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu resmi berubah menjadi Universitas Islam Negeri Datokarama Palu (UIN Datokarama Palu). Perubahan ini juga menjadi bagian dari kebijakan nasional dalam memperkuat transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. (peraturan.bpk.go.id)

Makna Transformasi Menjadi Universitas

Perubahan status menjadi universitas memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar pergantian nama institusi. Sebagai universitas, UIN Datokarama Palu memperoleh ruang yang lebih luas untuk mengembangkan berbagai disiplin ilmu, termasuk bidang sains, teknologi, rekayasa, kesehatan, sosial, ekonomi, hingga ilmu-ilmu terapan lainnya.

Transformasi ini sejalan dengan paradigma integrasi keilmuan, yaitu menghilangkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum. Seluruh bidang ilmu dipandang sebagai bagian dari upaya membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam, sehingga lulusan diharapkan memiliki kompetensi profesional sekaligus karakter religius yang kuat.

Konsep integrasi tersebut menjadi salah satu ciri khas Universitas Islam Negeri di Indonesia, termasuk UIN Datokarama Palu, dalam menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0, transformasi digital, dan perkembangan masyarakat global.

Membuka Fakultas dan Program Studi Baru

Status sebagai universitas memberikan kewenangan yang lebih luas kepada UIN Datokarama Palu untuk membuka fakultas dan program studi baru sesuai kebutuhan pembangunan nasional serta perkembangan ilmu pengetahuan.

Salah satu perkembangan paling signifikan adalah berdirinya Fakultas Sains dan Teknologi (FSAINTEK) yang menaungi beberapa program studi baru, antara lain:

  • Program Studi Informatika;
  • Program Studi Sistem Informasi;
  • Program Studi Arsitektur;
  • Program Studi Teknik Sipil.

Kehadiran fakultas ini menjadi simbol nyata transformasi UIN Datokarama Palu menuju universitas yang tidak hanya berfokus pada kajian keislaman, tetapi juga aktif mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi multidisiplin dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja maupun perkembangan industri digital. (fsaintek.uindatokarama.ac.id)

Penguatan Tata Kelola Perguruan Tinggi

Seiring perubahan status menjadi universitas, UIN Datokarama Palu juga melakukan berbagai pembenahan dalam tata kelola kelembagaan. Sistem manajemen kampus diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan sistem penjaminan mutu, digitalisasi layanan akademik, serta modernisasi sarana dan prasarana pendidikan.

Berbagai inovasi mulai diterapkan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat. Pengembangan teknologi informasi menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung proses pembelajaran, administrasi akademik, hingga pelayanan publik berbasis digital.

Selain itu, budaya penelitian dan publikasi ilmiah juga terus diperkuat melalui peningkatan jumlah hibah penelitian, kolaborasi akademik, serta publikasi pada jurnal nasional dan internasional bereputasi.

Meningkatkan Daya Saing Nasional dan Internasional

Transformasi menjadi universitas membuka peluang yang lebih besar bagi UIN Datokarama Palu untuk memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi, baik di dalam maupun luar negeri.

Dalam beberapa tahun terakhir, UIN Datokarama Palu aktif menjalin kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi, kementerian, pemerintah daerah, lembaga penelitian, organisasi profesi, hingga institusi internasional. Kerja sama tersebut meliputi:

  • pengembangan kurikulum;
  • penelitian kolaboratif;
  • pertukaran dosen dan mahasiswa;
  • seminar internasional;
  • program pengabdian kepada masyarakat;
  • peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Salah satu langkah strategis yang menunjukkan arah internasionalisasi kampus adalah penerimaan mahasiswa asing dari berbagai negara melalui kerja sama yang dikelola oleh Pusat Hubungan Internasional UIN Datokarama Palu. Kehadiran mahasiswa internasional tidak hanya memperkuat reputasi kampus, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan akademik yang lebih inklusif dan berwawasan global.

Kontribusi bagi Pembangunan Sulawesi Tengah

Sebagai universitas negeri berbasis Islam, UIN Datokarama Palu memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Kampus ini menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga aktif memberikan kontribusi melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendampingan desa, penguatan ekonomi syariah, pendidikan keagamaan, hingga inovasi berbasis teknologi terus dikembangkan sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Keberadaan fakultas-fakultas baru juga membuka peluang bagi masyarakat Sulawesi Tengah untuk memperoleh pendidikan tinggi di berbagai bidang ilmu tanpa harus melanjutkan studi ke luar daerah.

Menuju Universitas Islam Berdaya Saing Global

Perubahan status menjadi Universitas Islam Negeri bukanlah akhir dari perjalanan UIN Datokarama Palu, melainkan awal dari babak baru dalam membangun institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.

Berbagai capaian yang berhasil diraih dalam beberapa tahun terakhir, seperti peningkatan akreditasi program studi, pembukaan program studi baru, peningkatan jumlah publikasi ilmiah, kerja sama internasional, serta prestasi mahasiswa di tingkat nasional, menunjukkan bahwa UIN Datokarama Palu terus bergerak menuju universitas modern yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan semangat transformasi tersebut, UIN Datokarama Palu diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di tingkat global.

Makna Nama Datokarama

Di balik nama Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu tersimpan nilai sejarah, budaya, dan keagamaan yang sangat kuat. Nama Datokarama bukan sekadar identitas sebuah perguruan tinggi, melainkan bentuk penghormatan terhadap seorang ulama besar yang memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Lembah Palu dan wilayah Sulawesi Tengah. Pemilihan nama tersebut mencerminkan semangat kampus untuk melanjutkan perjuangan dakwah, pendidikan, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang telah diwariskan oleh tokoh tersebut.[]

Siapakah Datokarama?

Dalam berbagai sumber sejarah lokal, Datokarama dikenal sebagai gelar yang diberikan kepada Abdullah Raqi, seorang ulama yang diyakini berasal dari Minangkabau (Sumatera Barat). Ia datang ke wilayah Teluk Palu pada sekitar abad ke-17 dengan tujuan menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat setempat. Meskipun terdapat beberapa perbedaan pendapat mengenai tahun kedatangannya, para sejarawan sepakat bahwa Datokarama merupakan salah satu tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam proses islamisasi di Sulawesi Tengah.[]

Menurut sejarah yang berkembang, Abdullah Raqi tidak hanya berdakwah kepada masyarakat umum, tetapi juga berhasil mengislamkan para raja dan pemimpin kerajaan di kawasan Lembah Palu. Melalui pendekatan yang bijaksana, damai, dan menghargai budaya lokal, Islam berkembang secara bertahap hingga menjadi agama yang dianut oleh sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut.

Asal Usul Gelar “Datokarama”

Nama Datokarama bukanlah nama asli tokoh tersebut. Gelar ini diberikan oleh masyarakat Lembah Palu sebagai bentuk penghormatan atas ilmu, akhlak, dan jasa-jasanya dalam menyebarkan agama Islam.

Selain dikenal sebagai Datokarama, masyarakat juga menyebut beliau dengan sebutan “To Nabaraka”, yang dalam tradisi lokal memiliki makna orang yang membawa keberkahan, kemuliaan, atau karamah. Sebutan tersebut lahir dari keyakinan masyarakat terhadap keteladanan, kebijaksanaan, dan pengaruh besar beliau dalam membimbing kehidupan keagamaan masyarakat Sulawesi Tengah.[]

Mengapa Nama Datokarama Dipilih?

Nama Datokarama sebenarnya telah digunakan jauh sebelum perubahan status kampus menjadi universitas. Ketika pemerintah menetapkan berdirinya Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Palu melalui Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1997, nama resmi lembaga tersebut awalnya masih menggunakan nama STAIN Palu.

Selanjutnya, melalui Keputusan Senat STAIN Palu tanggal 24 November 1997, disepakati bahwa nama “Datokarama” diabadikan sebagai nama resmi perguruan tinggi. Pertimbangan utama keputusan tersebut adalah karena Datokarama merupakan tokoh pembawa Islam pertama di Lembah Palu sekaligus nama yang telah diperjuangkan sejak awal rencana pendirian IAIN di Kota Palu pada tahun 1966. Dengan demikian, nama tersebut memiliki nilai historis yang sangat kuat bagi perkembangan pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Tengah.

Nama ini kemudian tetap dipertahankan ketika status kelembagaan berubah menjadi IAIN Palu pada tahun 2013, hingga akhirnya resmi menjadi Universitas Islam Negeri Datokarama Palu melalui Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2021.[]

Filosofi Nama Datokarama

Pemilihan nama Datokarama mengandung filosofi yang selaras dengan visi pengembangan UIN Datokarama Palu sebagai perguruan tinggi Islam modern. Setidaknya terdapat beberapa nilai utama yang diwariskan dari sosok Datokarama.

1. Semangat Dakwah yang Humanis

Datokarama dikenal menyebarkan Islam melalui pendekatan yang damai, persuasif, dan menghargai budaya lokal. Nilai ini menjadi inspirasi bagi UIN Datokarama Palu untuk mengembangkan pendidikan yang mengedepankan moderasi beragama, toleransi, dan dialog dalam kehidupan bermasyarakat.

2. Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Sebagai seorang ulama, Datokarama tidak hanya mengajarkan ajaran agama, tetapi juga membangun tradisi keilmuan di tengah masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen UIN Datokarama Palu dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui integrasi ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern.

3. Menghargai Kearifan Lokal

Proses dakwah Datokarama dilakukan dengan menghormati adat istiadat masyarakat Kaili tanpa menghilangkan nilai-nilai Islam. Hingga kini, UIN Datokarama Palu menjadikan kearifan lokal (local wisdom) sebagai salah satu nilai utama dalam pengembangan pendidikan dan penelitian. Hal ini juga tercermin dalam identitas kampus yang mengedepankan sinergi antara wahyu, akal, pengalaman, dan budaya lokal.

Warisan yang Terus Dilanjutkan

Penggunaan nama Datokarama bukan sekadar simbol sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun karakter, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, UIN Datokarama Palu berupaya meneruskan nilai-nilai perjuangan Datokarama dalam konteks yang lebih luas. Kampus ini tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berintegritas, moderat, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah, bangsa, dan dunia.

Dengan demikian, nama Datokarama bukan hanya menjadi identitas sebuah universitas, melainkan simbol perjuangan, kebijaksanaan, dan semangat keilmuan yang terus hidup serta menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika UIN Datokarama Palu.

Perjalanan Para Rektor

Perjalanan panjang Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu tidak dapat dilepaskan dari peran para pemimpin yang memimpin institusi ini sejak masih berstatus fakultas cabang, kemudian menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), hingga resmi bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Setiap periode kepemimpinan memiliki tantangan dan capaian yang berbeda, namun seluruhnya memiliki tujuan yang sama, yaitu memperkuat kualitas pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Tengah.

Pada masa awal berdiri sebagai Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin Cabang IAIN Alauddin Ujung Pandang, sistem kepemimpinan masih berada di bawah koordinasi kampus induk di Makassar. Oleh karena itu, pimpinan di Palu dijalankan oleh para dekan fakultas yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan di wilayah Sulawesi Tengah. Baru setelah berubah menjadi STAIN Datokarama Palu pada tahun 1997, kampus memiliki pimpinan tertinggi sendiri dalam bentuk Ketua STAIN.[]

Kepemimpinan pada Masa STAIN Datokarama Palu

Perubahan status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Datokarama Palu melalui Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1997 menjadi awal kemandirian perguruan tinggi Islam negeri di Sulawesi Tengah. Bersamaan dengan perubahan tersebut, sistem kepemimpinan berubah dari fakultas cabang menjadi perguruan tinggi yang berdiri sendiri.

Berdasarkan sejarah resmi Fakultas Syariah, estafet kepemimpinan STAIN Datokarama Palu berlangsung secara bertahap hingga berhasil membangun fondasi kelembagaan yang kuat. Salah satu periode penting adalah ketika Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag. dipercaya menjadi Ketua STAIN pada tahun 2010. Di bawah kepemimpinannya, STAIN Datokarama berhasil melakukan lompatan besar melalui proses alih status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu pada akhir tahun 2013.[]

Perubahan status tersebut menjadi hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika, pemerintah daerah, masyarakat Sulawesi Tengah, DPR RI, Kementerian Agama, dan berbagai pihak yang memberikan dukungan terhadap pengembangan pendidikan tinggi Islam di daerah.

Rektor Pertama IAIN Palu

Transformasi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2013 membawa perubahan besar terhadap struktur organisasi kampus. Sejak saat itu, jabatan pimpinan tertinggi berubah dari Ketua STAIN menjadi Rektor.

Sebagai rektor pertama IAIN Palu, Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag. memiliki peran strategis dalam membangun tata kelola institut yang baru. Pada masa kepemimpinannya dilakukan berbagai penataan organisasi, pembentukan fakultas, pengembangan program studi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan budaya akademik yang menjadi fondasi penting bagi perkembangan institusi pada tahun-tahun berikutnya.

Selain itu, berbagai kerja sama dengan pemerintah daerah maupun lembaga nasional mulai diperluas untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kepemimpinan Prof. Saggaf S. Pettalongi dan Transformasi Menuju UIN

Pada 22 Desember 2017, estafet kepemimpinan IAIN Palu dilanjutkan oleh Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd. yang kemudian memimpin salah satu fase paling bersejarah dalam perjalanan institusi.[]

Di bawah kepemimpinan Prof. Saggaf, berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi persyaratan perubahan status dari institut menjadi universitas. Penguatan tata kelola perguruan tinggi, peningkatan jumlah program studi, pengembangan sumber daya manusia, serta penyempurnaan berbagai aspek kelembagaan menjadi fokus utama pada periode tersebut.

Pada tahun 2019, Prof. Saggaf menyampaikan bahwa perubahan status menjadi Universitas Islam Negeri merupakan cita-cita besar seluruh masyarakat Sulawesi Tengah. Menurutnya, keberadaan UIN akan membuka akses pendidikan yang lebih luas sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah.[]

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Presiden Republik Indonesia menandatangani Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2021 tentang Universitas Islam Negeri Datokarama Palu. Dengan terbitnya regulasi tersebut, IAIN Palu resmi berubah status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu.

Setelah perubahan status tersebut, Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas secara resmi melantik Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd. sebagai Rektor pertama UIN Datokarama Palu pada 1 Oktober 2021. Pelantikan tersebut menandai dimulainya era baru pengembangan universitas yang lebih luas, tidak hanya pada bidang ilmu-ilmu keislaman tetapi juga berbagai disiplin ilmu lainnya.

Kepemimpinan Prof. Lukman Thahir

Perjalanan transformasi UIN Datokarama Palu terus berlanjut di bawah kepemimpinan Prof. Dr. H. Lukman S. Thahir, M.Ag. Sebagai rektor, beliau melanjutkan berbagai program transformasi kelembagaan yang telah dirintis sebelumnya sekaligus memperkuat posisi UIN Datokarama sebagai perguruan tinggi Islam negeri yang berdaya saing.

Pada masa kepemimpinannya, berbagai capaian berhasil diraih, antara lain:

  • pembukaan program studi baru di berbagai bidang ilmu;
  • penguatan Fakultas Sains dan Teknologi;
  • peningkatan akreditasi program studi;
  • pengembangan kerja sama nasional dan internasional;
  • peningkatan publikasi ilmiah dosen;
  • penerimaan mahasiswa internasional dari berbagai negara;
  • digitalisasi layanan akademik dan administrasi kampus.

Selain itu, UIN Datokarama Palu juga semakin aktif membangun kolaborasi dengan kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia industri, serta berbagai lembaga internasional sebagai bagian dari strategi internasionalisasi kampus.[]

Kepemimpinan sebagai Penggerak Transformasi

Perjalanan para rektor menunjukkan bahwa perkembangan UIN Datokarama Palu tidak hanya ditentukan oleh perubahan regulasi pemerintah, tetapi juga oleh visi dan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman.

Mulai dari masa STAIN, IAIN, hingga UIN, setiap pemimpin memberikan kontribusi sesuai dengan kebutuhan institusi pada masanya. Ada yang meletakkan fondasi kelembagaan, memperkuat tata kelola akademik, mengembangkan sumber daya manusia, hingga berhasil mewujudkan cita-cita besar masyarakat Sulawesi Tengah melalui lahirnya Universitas Islam Negeri Datokarama Palu.

Kini, semangat transformasi tersebut terus dilanjutkan untuk mewujudkan UIN Datokarama Palu sebagai pusat pendidikan tinggi Islam yang unggul, moderat, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

PeriodePimpinanJabatanCapaian Utama
2010–2013Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag.Ketua STAINMengawal alih status STAIN menjadi IAIN
2013–2017Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag.Rektor IAIN pertamaPenataan kelembagaan IAIN
2017–2021Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd.Rektor IAINMempersiapkan alih status menjadi UIN
2021–…Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd.Rektor pertama UINImplementasi awal transformasi UIN
…–sekarangProf. Dr. H. Lukman S. Thahir, M.Ag.Rektor UINPenguatan internasionalisasi, akreditasi, dan pengembangan program studi

Fakultas dan Program Studi

Seiring transformasinya menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, institusi ini tidak lagi hanya berfokus pada pengembangan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga memperluas cakupan keilmuan melalui pembukaan berbagai fakultas dan program studi baru. Langkah ini merupakan implementasi paradigma integrasi ilmu, yaitu memadukan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, ekonomi, dan humaniora dalam satu sistem pendidikan tinggi yang utuh.

Saat ini, UIN Datokarama Palu memiliki beberapa fakultas dan Program Pascasarjana yang menyelenggarakan pendidikan pada jenjang sarjana (S1), magister (S2), doktor (S3), hingga pendidikan profesi. Keberagaman program studi tersebut memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk memilih bidang keilmuan sesuai minat dan bakat, sekaligus mendukung kebutuhan pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Tengah maupun Indonesia.[]

1. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK)

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan merupakan salah satu fakultas tertua di UIN Datokarama Palu. Fakultas ini berakar dari Fakultas Tarbiyah yang telah berdiri sejak masa IAIN Alauddin Cabang Palu pada tahun 1966. Hingga kini, FTIK menjadi pusat pengembangan pendidikan, keguruan, serta pembentukan tenaga pendidik profesional yang berlandaskan nilai-nilai Islam moderat.

Program studi yang berada di bawah naungan FTIK meliputi:

  • Pendidikan Agama Islam (PAI)
  • Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
  • Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)
  • Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
  • Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
  • Tadris Bahasa Inggris
  • Tadris Matematika
  • Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
  • Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
  • Pendidikan Profesi Guru (PPG)

Lulusan FTIK banyak berkarier sebagai guru, dosen, kepala sekolah, pengawas pendidikan, peneliti, maupun praktisi pendidikan pada berbagai lembaga pemerintah dan swasta.

2. Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD)

Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah merupakan pengembangan dari Fakultas Ushuluddin yang telah menjadi bagian dari sejarah awal berdirinya perguruan tinggi Islam negeri di Sulawesi Tengah. Fakultas ini berperan dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman, dakwah, komunikasi, filsafat, sejarah, hingga ilmu perpustakaan.

Program studi pada fakultas ini antara lain:

  • Aqidah dan Filsafat Islam
  • Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
  • Sejarah Peradaban Islam
  • Komunikasi dan Penyiaran Islam
  • Bimbingan dan Konseling Islam
  • Pengembangan Masyarakat Islam
  • Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam
  • Pemikiran Politik Islam

Melalui berbagai program studi tersebut, FUAD berkomitmen mencetak lulusan yang mampu menjadi akademisi, pendakwah, konselor, pustakawan, peneliti, maupun praktisi komunikasi yang profesional dan berintegritas.

3. Fakultas Syariah

Fakultas Syariah merupakan pusat pengembangan ilmu hukum Islam di UIN Datokarama Palu. Fakultas ini telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah sebagai hakim, advokat, mediator, aparatur sipil negara, maupun praktisi hukum syariah di berbagai daerah di Indonesia.[]

Program studi yang diselenggarakan meliputi:

  • Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyah)
  • Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
  • Hukum Tata Negara (Siyasah Syar’iyyah)
  • Perbandingan Mazhab

Selain memberikan pendidikan akademik, Fakultas Syariah juga aktif mengembangkan penelitian hukum Islam dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang penyelesaian sengketa, ekonomi syariah, serta penguatan sistem hukum nasional berbasis nilai-nilai Islam.

4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menjadi salah satu fakultas yang berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap tenaga profesional di bidang ekonomi syariah. Fakultas ini berfokus pada pengembangan ilmu ekonomi, keuangan, dan bisnis yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah.

Program studi yang tersedia antara lain:

  • Ekonomi Syariah
  • Perbankan Syariah
  • Akuntansi Syariah

Lulusan FEBI memiliki peluang karier pada lembaga keuangan syariah, perbankan, perusahaan, instansi pemerintah, maupun sebagai wirausahawan yang menerapkan prinsip ekonomi Islam.

5. Fakultas Sains dan Teknologi (FSAINTEK)

Pembentukan Fakultas Sains dan Teknologi merupakan salah satu hasil nyata transformasi UIN Datokarama Palu menjadi universitas. Kehadiran fakultas ini mencerminkan komitmen kampus dalam mengintegrasikan ilmu agama dengan perkembangan sains dan teknologi modern.[]

Saat ini FSAINTEK menaungi beberapa program studi, yaitu:

  • Informatika
  • Sistem Informasi
  • Arsitektur
  • Teknik Sipil

Fakultas ini dipersiapkan untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan era digital, pembangunan infrastruktur, transformasi teknologi, dan revolusi industri, tanpa meninggalkan nilai-nilai etika dan moral Islam.

6. Program Pascasarjana

Selain pendidikan sarjana, UIN Datokarama Palu juga menyelenggarakan pendidikan pascasarjana sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan ilmu pengetahuan.[]

Program Pascasarjana meliputi jenjang:

  • Magister (S2)
  • Doktor (S3)

Beberapa program yang diselenggarakan antara lain:

  • Magister Pendidikan Agama Islam
  • Magister Manajemen Pendidikan Islam
  • Magister Hukum Keluarga Islam
  • Program Doktor Pendidikan Agama Islam
  • Program Doktor Hukum Keluarga Islam

Program pascasarjana berperan dalam mencetak akademisi, peneliti, dan pemimpin yang mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan, hukum Islam, dan pembangunan masyarakat.

Komitmen Mengembangkan Program Studi Baru

Sejalan dengan statusnya sebagai universitas, UIN Datokarama Palu terus berupaya mengembangkan fakultas dan program studi baru sesuai kebutuhan masyarakat serta arah pembangunan nasional. Pengembangan tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas dosen, penyediaan sarana pembelajaran modern, penguatan laboratorium, serta kerja sama dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional.

Ke depan, UIN Datokarama Palu diharapkan semakin memperluas bidang keilmuan sehingga mampu menjadi universitas Islam yang unggul dalam mengintegrasikan keislaman, sains, teknologi, sosial, ekonomi, dan budaya lokal. Dengan dukungan berbagai fakultas dan program studi yang terus berkembang, kampus ini berkomitmen mencetak lulusan yang profesional, berakhlak mulia, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global

Prestasi UIN Datokarama Palu

Dalam beberapa tahun terakhir, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menunjukkan perkembangan yang sangat pesat dalam berbagai bidang, mulai dari peningkatan mutu akademik, akreditasi institusi dan program studi, prestasi mahasiswa, penguatan penelitian, hingga internasionalisasi kampus. Berbagai capaian tersebut menjadi bukti komitmen UIN Datokarama Palu dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, moderat, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Prestasi yang diraih tidak hanya menjadi kebanggaan sivitas akademika, tetapi juga memperkuat posisi UIN Datokarama Palu sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang terus berkembang di Indonesia bagian timur.

1. Meraih Akreditasi Institusi “Unggul”

Salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah UIN Datokarama Palu adalah keberhasilan memperoleh Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dengan predikat “Unggul” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Predikat tersebut ditetapkan melalui SK BAN-PT Nomor 3108/SK/BAN-PT/Ak/PT/XII/2025 dengan masa berlaku mulai 18 Desember 2025 hingga 18 Desember 2030. Capaian ini menjadi tonggak penting karena menunjukkan bahwa UIN Datokarama Palu telah memenuhi standar mutu nasional pada aspek tata kelola, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sumber daya manusia, sarana prasarana, serta luaran tridarma perguruan tinggi.[]

Predikat Unggul juga menjadi bukti keberhasilan transformasi kelembagaan sejak berubah status dari IAIN menjadi UIN pada tahun 2021.

2. Peningkatan Akreditasi Program Studi

Selain akreditasi institusi, UIN Datokarama Palu terus meningkatkan kualitas setiap program studi melalui proses akreditasi nasional.

Pada tahun 2024, kampus menetapkan beberapa program studi prioritas untuk memperoleh predikat Unggul, antara lain:

  • Pendidikan Agama Islam (S1)
  • Pendidikan Bahasa Arab (S1)
  • Aqidah dan Filsafat Islam (S1)
  • Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (S1)
  • Pendidikan Agama Islam (S2)

Untuk mendukung target tersebut, universitas meningkatkan investasi pada pengembangan dosen, laboratorium, teknologi pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, serta sarana pendukung lainnya.[]

Upaya tersebut menunjukkan komitmen UIN Datokarama Palu dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.

3. Prestasi Program Studi

Seiring meningkatnya kualitas penyelenggaraan pendidikan, berbagai program studi di lingkungan UIN Datokarama Palu berhasil memperoleh hasil akreditasi yang membanggakan.

Beberapa program studi bahkan telah memperoleh predikat Unggul, sementara program lainnya terus meningkatkan kualitas menuju capaian yang sama melalui penguatan kurikulum, penelitian dosen, kerja sama, serta peningkatan kualitas lulusan.

Pencapaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan UIN Datokarama Palu.

4. Prestasi Mahasiswa Tingkat Nasional

Mahasiswa UIN Datokarama Palu juga menunjukkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional maupun regional.

Berbagai penghargaan berhasil diraih dalam bidang:

  • kompetisi karya ilmiah;
  • inovasi teknologi;
  • dakwah;
  • seni dan budaya;
  • olahraga;
  • media kreatif;
  • kompetisi sains dan teknologi PTKI.

Salah satu prestasi nasional yang membanggakan adalah keberhasilan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi meraih Juara III Nasional Short Video Competition pada Kompetisi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (KST PTKI) II Tahun 2026 melalui karya berjudul “Sarung – Fashion Paling Jujur Milik Indonesia”. Karya tersebut mengangkat budaya lokal Indonesia sebagai inspirasi inovasi global dan menunjukkan kreativitas mahasiswa UIN Datokarama Palu dalam memadukan teknologi, budaya, dan komunikasi digital.

Prestasi-prestasi tersebut memperlihatkan bahwa mahasiswa UIN Datokarama Palu mampu bersaing dengan mahasiswa dari berbagai PTKIN di seluruh Indonesia.

5. Pengembangan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG)

UIN Datokarama Palu juga dikenal sebagai salah satu penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang berkontribusi besar terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik di Indonesia.

Pada tahun 2026, kampus berhasil mengukuhkan 796 guru profesional melalui Program PPG Dalam Jabatan Batch 4 Tahun 2025. Peserta berasal dari berbagai provinsi di Indonesia sehingga pelaksanaan program dilakukan secara luring dan daring.

Keberhasilan tersebut menunjukkan kapasitas UIN Datokarama Palu sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang dipercaya pemerintah dalam mencetak guru profesional untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional.

6. Internasionalisasi Kampus

Dalam beberapa tahun terakhir, UIN Datokarama Palu terus memperkuat reputasi internasional melalui berbagai program kerja sama luar negeri.

Salah satu pencapaian penting adalah diterimanya sekitar 23 mahasiswa internasional dari 13 negara melalui jejaring kerja sama yang dibangun oleh Pusat Hubungan Internasional UIN Datokarama Palu.

Untuk mendukung proses adaptasi mahasiswa asing tersebut, kampus juga menjalin kerja sama dengan Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Sulawesi Tengah dalam penyelenggaraan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Langkah tersebut menunjukkan komitmen UIN Datokarama Palu dalam membangun lingkungan akademik yang semakin terbuka dan berdaya saing global.

7. Penguatan Penelitian dan Publikasi Ilmiah

Sebagai perguruan tinggi berbasis riset, UIN Datokarama Palu terus meningkatkan kualitas penelitian dosen dan mahasiswa.

Berbagai kebijakan dikembangkan untuk mendorong:

  • peningkatan jumlah penelitian kompetitif;
  • publikasi pada jurnal nasional terakreditasi;
  • publikasi pada jurnal internasional bereputasi;
  • kolaborasi riset dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri;
  • pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian.

Penguatan budaya penelitian tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam peningkatan akreditasi institusi maupun program studi.

8. Pengembangan Fakultas dan Program Studi Baru

Transformasi menjadi universitas membuka peluang besar bagi UIN Datokarama Palu untuk mengembangkan berbagai bidang ilmu baru.

Salah satu capaian strategis adalah berdirinya Fakultas Sains dan Teknologi (FSAINTEK) yang menaungi Program Studi:

  • Informatika;
  • Sistem Informasi;
  • Arsitektur;
  • Teknik Sipil.

Kehadiran fakultas tersebut menunjukkan komitmen kampus dalam mengintegrasikan ilmu agama dengan sains dan teknologi sebagai bekal menghadapi tantangan era digital.

9. Komitmen Menuju Kampus Berkelas Dunia

Berbagai prestasi yang telah diraih menjadi modal penting bagi UIN Datokarama Palu untuk terus berkembang menjadi universitas Islam yang berdaya saing global.

Ke depan, universitas berkomitmen untuk terus meningkatkan:

  • kualitas akreditasi program studi;
  • jumlah guru besar;
  • kualitas penelitian dan inovasi;
  • publikasi internasional;
  • kerja sama luar negeri;
  • prestasi mahasiswa;
  • digitalisasi layanan akademik;
  • pengembangan sumber daya manusia.

Melalui komitmen tersebut, UIN Datokarama Palu diharapkan mampu menjadi pusat pendidikan tinggi Islam yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat di tingkat internasional.

Kerja Sama Internasional

Sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang terus berkembang, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan di tingkat nasional, tetapi juga aktif memperluas jejaring kerja sama internasional. Langkah ini merupakan bagian dari strategi universitas untuk meningkatkan mutu akademik, memperluas wawasan global sivitas akademika, serta memperkuat daya saing lulusan di era globalisasi.

Melalui berbagai kemitraan dengan perguruan tinggi, lembaga pendidikan, organisasi internasional, dan institusi pemerintah dari berbagai negara, UIN Datokarama Palu berkomitmen membangun ekosistem pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan lulusan berkompetensi global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. Kerja sama internasional tersebut juga menjadi salah satu indikator penting dalam peningkatan mutu perguruan tinggi sesuai standar nasional maupun internasional. (uindatokarama.ac.id)

Internasionalisasi sebagai Bagian dari Transformasi Kampus

Sejak berubah status menjadi Universitas Islam Negeri pada tahun 2021, UIN Datokarama Palu semakin aktif mengembangkan program internasionalisasi. Berbagai kebijakan diarahkan untuk meningkatkan mobilitas mahasiswa dan dosen, memperluas kolaborasi penelitian, memperkuat publikasi ilmiah internasional, serta meningkatkan reputasi institusi di tingkat global.

Internasionalisasi tidak hanya dipahami sebagai kerja sama antarnegara, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan lingkungan akademik yang multikultural, inklusif, dan terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Oleh karena itu, universitas terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meningkatkan kemampuan bahasa asing, serta memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai institusi luar negeri.

Menerima Mahasiswa dari Berbagai Negara

Salah satu capaian penting dalam program internasionalisasi adalah meningkatnya jumlah mahasiswa asing yang menempuh pendidikan di UIN Datokarama Palu.

Melalui kerja sama yang dibangun oleh Pusat Hubungan Internasional (PHI) UIN Datokarama Palu, pada tahun 2026 universitas menerima sekitar 23 mahasiswa internasional yang berasal dari 13 negara. Kehadiran mahasiswa tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan internasionalisasi kampus sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat internasional terhadap kualitas pendidikan di UIN Datokarama Palu. Informasi ini disampaikan langsung oleh Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. H. Lukman S. Thahir, M.Ag., saat penandatanganan kerja sama dengan APPBIPA Sulawesi Tengah. (pendis.kemenag.go.id)

Keberadaan mahasiswa internasional memberikan manfaat besar bagi sivitas akademika karena menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih beragam, meningkatkan interaksi lintas budaya, serta memperkuat jejaring akademik internasional.

Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)

Sebagai bagian dari upaya mendukung proses adaptasi mahasiswa internasional, UIN Datokarama Palu menjalin kerja sama dengan Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Provinsi Sulawesi Tengah.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 30 Juni 2026 antara Rektor UIN Datokarama Palu dan Ketua APPBIPA Sulawesi Tengah.

Ruang lingkup kerja sama meliputi:

  • penyelenggaraan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA);
  • penyusunan bahan ajar berbasis kebutuhan mahasiswa internasional;
  • pengembangan kurikulum BIPA berbasis kearifan lokal Sulawesi Tengah;
  • pelatihan dan peningkatan kompetensi pengajar BIPA;
  • seminar, lokakarya, kuliah umum, dan kegiatan akademik lainnya.

Melalui program tersebut, mahasiswa asing tidak hanya belajar Bahasa Indonesia secara formal, tetapi juga diperkenalkan dengan budaya lokal, adat istiadat, serta kehidupan masyarakat Sulawesi Tengah sehingga mampu beradaptasi lebih baik selama menempuh pendidikan di Indonesia. (pendis.kemenag.go.id)

Penguatan Jejaring Akademik Internasional

Selain menerima mahasiswa asing, UIN Datokarama Palu juga aktif memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga internasional.

Bentuk kerja sama yang dikembangkan meliputi:

  • pertukaran dosen (faculty exchange);
  • pertukaran mahasiswa (student exchange);
  • penelitian kolaboratif internasional;
  • seminar dan konferensi internasional;
  • publikasi ilmiah bersama;
  • pengembangan kurikulum;
  • peningkatan kapasitas sumber daya manusia;
  • pengabdian kepada masyarakat berbasis kolaborasi internasional.

Melalui kerja sama tersebut, dosen dan mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan akademik, meningkatkan kompetensi global, serta membangun jejaring penelitian lintas negara.

Mendorong Publikasi dan Riset Berskala Global

Internasionalisasi juga diwujudkan melalui peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.

UIN Datokarama Palu terus mendorong dosen dan peneliti untuk:

  • melakukan penelitian bersama mitra luar negeri;
  • mempublikasikan hasil penelitian pada jurnal internasional bereputasi;
  • mengikuti konferensi ilmiah internasional;
  • membangun kolaborasi penelitian multidisiplin.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi universitas untuk meningkatkan reputasi akademik sekaligus memperluas kontribusi keilmuan di tingkat global.

Pengembangan Kompetensi Global Mahasiswa

Kerja sama internasional tidak hanya memberikan manfaat bagi dosen, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa.

Melalui berbagai program internasional, mahasiswa memiliki kesempatan untuk:

  • mengikuti pertukaran pelajar;
  • mengikuti konferensi internasional;
  • berkolaborasi dalam penelitian lintas negara;
  • meningkatkan kemampuan bahasa asing;
  • memperluas jejaring profesional internasional;
  • memahami budaya dan sistem pendidikan negara lain.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan UIN Datokarama Palu agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif dan global.

Mendukung Visi World Class University

Internasionalisasi merupakan salah satu strategi utama UIN Datokarama Palu dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing global.

Berbagai kerja sama internasional yang telah dibangun menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Di masa mendatang, universitas terus berkomitmen memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi, lembaga riset, organisasi internasional, serta berbagai institusi pendidikan di berbagai negara.

Melalui penguatan jejaring global tersebut, UIN Datokarama Palu diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam yang memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi masyarakat internasional.

Timeline Perkembangan UIN Datokarama Palu

Perjalanan Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu merupakan hasil dari proses panjang yang berlangsung selama lebih dari lima dekade. Transformasi kelembagaan tersebut tidak hanya mencerminkan perkembangan organisasi, tetapi juga menunjukkan komitmen seluruh sivitas akademika, pemerintah, dan masyarakat Sulawesi Tengah dalam menghadirkan perguruan tinggi Islam yang berkualitas dan mampu menjawab perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan zaman.

Berikut adalah kronologi penting perkembangan UIN Datokarama Palu dari masa perintisan hingga menjadi universitas.

TahunPeristiwa Penting
1966Dibentuk Panitia Persiapan Pendirian IAIN “Datokarama” Palu yang dipimpin oleh Abidin Ma’ruf, S.H. Pembentukan panitia ini menjadi tonggak awal perjuangan mendirikan perguruan tinggi Islam negeri di Sulawesi Tengah.
1966Dibuka Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin sebagai embrio pendidikan tinggi Islam di Kota Palu. Kedua fakultas mulai menerima mahasiswa angkatan pertama dengan dukungan tokoh masyarakat dan pemerintah daerah.
8 Mei 1969Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin resmi menjadi cabang IAIN Alauddin Ujung Pandang (kini UIN Alauddin Makassar). Status ini memberikan pengakuan resmi terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi Islam di Palu.
21 Maret 1997Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1997, lembaga ini resmi berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Palu. Pada tahun yang sama, nama Datokarama ditetapkan sebagai identitas resmi kampus sebagai penghormatan kepada tokoh penyebar Islam di Lembah Palu.
24 November 1997Senat STAIN menetapkan penggunaan nama “Datokarama” sebagai identitas resmi perguruan tinggi, menggantikan penyebutan STAIN Palu. Nama tersebut dipilih karena memiliki nilai historis dan filosofis bagi masyarakat Sulawesi Tengah.
2010Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag. dipercaya memimpin STAIN Datokarama Palu. Pada masa kepemimpinannya dimulai berbagai persiapan strategis menuju perubahan status menjadi institut.
30 Juli 2013Pemerintah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2013 yang mengubah status STAIN Datokarama Palu menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu. Transformasi ini membuka peluang pembentukan fakultas baru dan perluasan bidang keilmuan.
2013Setelah berstatus IAIN, struktur organisasi berkembang menjadi beberapa fakultas, di antaranya Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Fakultas Syariah, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
22 Desember 2017Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd. dilantik sebagai Rektor IAIN Palu dan memimpin proses percepatan transformasi menuju Universitas Islam Negeri.
2019IAIN Palu secara intensif mempersiapkan alih status menjadi universitas melalui penguatan kelembagaan, peningkatan jumlah program studi, pengembangan sumber daya manusia, serta penyempurnaan tata kelola perguruan tinggi.
8 Juli 2021Presiden Republik Indonesia menandatangani Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2021 tentang Universitas Islam Negeri Datokarama Palu sebagai dasar hukum perubahan IAIN Palu menjadi UIN Datokarama Palu.
12 Juli 2021Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2021 resmi berlaku sehingga IAIN Palu berubah status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu. Perubahan ini membuka peluang pengembangan berbagai bidang ilmu di luar rumpun keislaman.
1 Oktober 2021Menteri Agama Republik Indonesia melantik Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd. sebagai Rektor pertama UIN Datokarama Palu, menandai dimulainya era baru pengembangan universitas.
2022UIN Datokarama mulai memperluas bidang ilmu melalui pembentukan Fakultas Sains dan Teknologi (FSAINTEK) serta pembukaan program studi baru, termasuk Informatika. Langkah ini merupakan implementasi integrasi ilmu agama dan sains.
2023–2025Universitas terus berkembang melalui peningkatan akreditasi program studi, penguatan penelitian, digitalisasi layanan akademik, peningkatan kerja sama nasional dan internasional, serta pengembangan sarana dan prasarana pendidikan.
2026UIN Datokarama Palu semakin memperkuat internasionalisasi dengan menerima sekitar 23 mahasiswa dari 13 negara, mengembangkan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), serta meningkatkan kolaborasi akademik internasional.

Perjalanan yang Terus Berlanjut

Timeline tersebut menunjukkan bahwa perkembangan UIN Datokarama Palu merupakan hasil dari proses transformasi yang berlangsung secara bertahap selama lebih dari lima puluh tahun. Dimulai dari inisiatif masyarakat pada tahun 1966, berkembang menjadi fakultas cabang, kemudian menjadi STAIN, bertransformasi menjadi IAIN, hingga akhirnya resmi menjadi Universitas Islam Negeri pada tahun 2021.

Transformasi tersebut tidak berhenti pada perubahan status kelembagaan. UIN Datokarama Palu terus melakukan pembaruan melalui peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan fakultas dan program studi, penguatan riset, internasionalisasi kampus, serta pembangunan sistem tata kelola modern. Seluruh proses tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan UIN Datokarama Palu sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, inovatif, moderat, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

FAQ (Frequently Asked Questions) tentang UIN Datokarama Palu

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan mengenai Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu. Bagian ini disusun untuk membantu calon mahasiswa, orang tua, masyarakat, maupun peneliti yang ingin mengenal lebih dekat sejarah, perkembangan, serta profil UIN Datokarama Palu.

1. Apa itu UIN Datokarama Palu?

Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu adalah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Kampus ini menyelenggarakan pendidikan tinggi pada berbagai bidang ilmu keislaman, sosial, ekonomi, pendidikan, sains, dan teknologi melalui pendekatan integrasi ilmu.

2. Kapan UIN Datokarama Palu berdiri?

Cikal bakal UIN Datokarama Palu dimulai pada tahun 1966 melalui pembentukan Panitia Persiapan Pendirian IAIN Datokarama Palu dan pembukaan Fakultas Tarbiyah serta Fakultas Ushuluddin. Statusnya kemudian berkembang menjadi:

  • 1969 : Cabang IAIN Alauddin Ujung Pandang
  • 1997 : STAIN Datokarama Palu
  • 2013 : IAIN Palu
  • 2021 : UIN Datokarama Palu

3. Mengapa menggunakan nama “Datokarama”?

Nama Datokarama diambil dari seorang ulama besar penyebar Islam di Lembah Palu dan Sulawesi Tengah yang dikenal memiliki peran penting dalam proses islamisasi masyarakat setempat. Nama tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa beliau sekaligus menjadi identitas perguruan tinggi Islam negeri di Sulawesi Tengah.

4. Kapan IAIN Palu berubah menjadi UIN Datokarama Palu?

IAIN Palu resmi berubah menjadi Universitas Islam Negeri Datokarama Palu berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2021 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 8 Juli 2021 dan mulai berlaku pada 12 Juli 2021.

5. Apa perbedaan STAIN, IAIN, dan UIN?

Perbedaan utama terletak pada ruang lingkup pengembangan keilmuan.

  • STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) berfokus pada beberapa bidang ilmu keislaman.
  • IAIN (Institut Agama Islam Negeri) memiliki cakupan fakultas yang lebih luas dalam rumpun ilmu keislaman.
  • UIN (Universitas Islam Negeri) dapat membuka program studi keagamaan maupun ilmu umum seperti sains, teknologi, ekonomi, kesehatan, dan bidang lainnya.

6. Berapa fakultas yang dimiliki UIN Datokarama Palu?

Saat ini UIN Datokarama Palu memiliki beberapa fakultas, yaitu:

  • Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK)
  • Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD)
  • Fakultas Syariah
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)
  • Fakultas Sains dan Teknologi (FSAINTEK)
  • Program Pascasarjana

Jumlah fakultas dan program studi dapat berkembang sesuai kebutuhan dan kebijakan universitas.

7. Apakah UIN Datokarama Palu memiliki program studi umum?

Ya. Setelah berubah menjadi universitas, UIN Datokarama Palu mulai membuka berbagai program studi di luar rumpun ilmu agama, khususnya melalui Fakultas Sains dan Teknologi, seperti:

  • Informatika
  • Sistem Informasi
  • Arsitektur
  • Teknik Sipil

Ke depan, universitas masih berpeluang membuka program studi baru sesuai kebutuhan masyarakat.

8. Apakah UIN Datokarama Palu menerima mahasiswa internasional?

Ya. Melalui Pusat Hubungan Internasional, UIN Datokarama Palu telah menerima mahasiswa dari berbagai negara. Untuk mendukung proses adaptasi mereka, universitas juga menyelenggarakan Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) bekerja sama dengan APPBIPA Sulawesi Tengah.

9. Apa saja prestasi UIN Datokarama Palu?

Beberapa prestasi penting UIN Datokarama Palu antara lain:

  • Meraih Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) dengan predikat Unggul.
  • Berhasil mencetak ratusan guru profesional melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
  • Mahasiswa meraih berbagai prestasi nasional pada bidang sains, teknologi, karya ilmiah, dakwah, olahraga, dan seni.
  • Mengembangkan kerja sama nasional maupun internasional.
  • Meningkatkan jumlah publikasi ilmiah dosen dan penelitian.

10. Apa visi pengembangan UIN Datokarama Palu?

UIN Datokarama Palu terus mengembangkan diri sebagai universitas Islam yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi guna menghasilkan lulusan yang unggul, moderat, profesional, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

11. Apakah UIN Datokarama Palu memiliki kerja sama internasional?

Ya. Universitas telah menjalin berbagai kerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga pendidikan, dan organisasi dari dalam maupun luar negeri dalam bidang:

  • pendidikan,
  • penelitian,
  • pertukaran mahasiswa,
  • pertukaran dosen,
  • seminar internasional,
  • publikasi ilmiah,
  • pengembangan Program BIPA.

12. Siapa rektor pertama UIN Datokarama Palu?

Rektor pertama setelah perubahan status menjadi Universitas Islam Negeri adalah Prof. Dr. H. Sagaf S. Pettalongi, M.Pd., yang dilantik oleh Menteri Agama Republik Indonesia pada 1 Oktober 2021.

13. Siapa rektor UIN Datokarama Palu saat ini?

Saat ini UIN Datokarama Palu dipimpin oleh Prof. Dr. H. Lukman S. Thahir, M.Ag. yang melanjutkan berbagai program transformasi universitas, termasuk penguatan akreditasi, internasionalisasi, digitalisasi layanan akademik, serta pengembangan fakultas dan program studi.

14. Apa keunggulan UIN Datokarama Palu dibandingkan perguruan tinggi lainnya?

Beberapa keunggulan UIN Datokarama Palu antara lain:

  • Mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum.
  • Memiliki dosen yang kompeten di berbagai bidang.
  • Menawarkan biaya pendidikan yang terjangkau.
  • Terus meningkatkan akreditasi institusi dan program studi.
  • Memiliki jaringan kerja sama nasional dan internasional.
  • Mendukung kegiatan penelitian dan inovasi mahasiswa.
  • Mengembangkan pendidikan berbasis moderasi beragama dan kearifan lokal Sulawesi Tengah.

15. Bagaimana cara memperoleh informasi resmi tentang UIN Datokarama Palu?

Informasi resmi mengenai profil universitas, penerimaan mahasiswa baru, program studi, pengumuman akademik, kerja sama, maupun berita terbaru dapat diperoleh melalui:

  • Website resmi UIN Datokarama Palu.
  • Website resmi masing-masing fakultas.
  • Media sosial resmi universitas.
  • Pusat Informasi dan Humas UIN Datokarama Palu.

16. Mengapa UIN Datokarama Palu penting bagi masyarakat Sulawesi Tengah?

Sejak berdiri pada tahun 1966, UIN Datokarama Palu telah menjadi pusat pengembangan pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Tengah. Ribuan alumni telah berkiprah sebagai guru, dosen, hakim, ulama, peneliti, aparatur sipil negara, pengusaha, konsultan, serta profesional di berbagai bidang. Kehadiran UIN Datokarama Palu tidak hanya meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pemberdayaan masyarakat di tingkat regional maupun nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *