Nama Bukit Teletubbies Bromo sudah tidak asing bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Hamparan savana dan perbukitan hijau menjadi salah satu lanskap yang membuat kawasan Bromo tidak hanya menarik karena kawah dan lautan pasirnya.
Julukan “Teletubbies” diberikan karena bentuk perbukitannya yang bergelombang dan hamparan hijau di kawasan tersebut mengingatkan pada lanskap dalam serial televisi anak-anak Teletubbies. Dalam informasi pariwisata resmi, Padang Savana atau Bukit Teletubbies disebut sebagai salah satu daya tarik yang dapat dinikmati wisatawan di kawasan TNBTS.
Bagi wisatawan, kawasan ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari citra Bromo yang identik dengan lanskap vulkanik dan lautan pasir. Ketika kondisi vegetasi menghijau, bukit-bukit di kawasan savana menghadirkan pemandangan luas dengan perpaduan warna hijau, langit, dan pegunungan di sekitarnya.
Berada di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Bukit Teletubbies bukan destinasi yang berdiri sendiri di luar kawasan Bromo. Kawasan tersebut berada dalam bentang alam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, kawasan konservasi yang memiliki luas sekitar 800 kilometer persegi.
TNBTS dikenal sebagai kawasan vulkanik dengan berbagai lanskap, mulai dari gunung, lembah, savana, dan lautan pasir. Gunung Bromo sendiri merupakan salah satu gunung api aktif di kawasan tersebut.
Selain Bukit Teletubbies, wisatawan dapat menemukan sejumlah daya tarik lain di kawasan Bromo, seperti kawah Bromo, lautan pasir, Pasir Berbisik, Penanjakan, Bukit Cinta, hingga berbagai lokasi untuk menikmati matahari terbit.
Mengapa Disebut Bukit Teletubbies?
Nama Bukit Teletubbies berasal dari kemiripan visual kawasan tersebut dengan perbukitan dalam serial Teletubbies. Bentuk bukit yang membulat dan bergelombang serta hamparan rumput yang luas menjadi karakter utama yang membuat julukan tersebut melekat.
Namun, istilah tersebut bukan nama geografis resmi untuk satu gunung atau bukit tertentu. Dalam pemberitaan dan informasi wisata, kawasan savana Bromo dikenal dengan beberapa penyebutan yang berkaitan dengan bentang alamnya.
Indonesia Travel, misalnya, menyebut Padang Savana/Bukit Teletubbies sebagai salah satu lanskap wisata di kawasan TNBTS. Sementara pemberitaan mengenai kawasan tersebut juga menggunakan penyebutan Blok Savana Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies.
Hal ini penting diketahui agar wisatawan tidak mengira Bukit Teletubbies merupakan sebuah gunung tersendiri yang terpisah dari kawasan wisata Bromo.
Padang Hijau yang Berubah Sesuai Musim
Salah satu daya tarik utama Bukit Teletubbies adalah perubahan karakter lanskap berdasarkan kondisi musim.
Saat vegetasi tumbuh subur, hamparan savana dapat terlihat hijau dan memberikan kesan seperti karpet alami yang membentang di antara perbukitan. Kondisi inilah yang membuat kawasan tersebut sangat menarik untuk fotografi.
Sebaliknya, kondisi lingkungan dapat berubah pada musim yang berbeda. Karena itu, wisatawan yang memiliki tujuan khusus untuk melihat savana hijau perlu memperhatikan kondisi cuaca dan vegetasi sebelum melakukan perjalanan.
Keindahan kawasan tersebut bukan hanya berasal dari warna hijau padang rumput, tetapi juga dari bentuk perbukitan yang menjadi latar alami kawasan Bromo.
Daya Tarik untuk Fotografi
Bukit Teletubbies menjadi salah satu lokasi yang menarik bagi penggemar fotografi. Lanskap terbuka membuat wisatawan memiliki ruang pandang yang luas untuk mengambil gambar.
Komposisi antara perbukitan, savana, langit, dan pegunungan di kejauhan dapat menghasilkan foto dengan karakter yang berbeda pada pagi, siang, maupun sore hari.
Kawasan Bromo sendiri memang dikenal memiliki banyak lokasi fotografi. Selain Bukit Teletubbies, wisatawan dapat menikmati panorama matahari terbit dari sejumlah bukit seperti Penanjakan, Bukit Cinta, dan Bukit Mentigen.
Bukan Sekadar Tempat Berfoto
Meski sering muncul dalam foto perjalanan wisatawan, Bukit Teletubbies sebenarnya merupakan bagian dari ekosistem TNBTS yang lebih luas.
Pengunjung dapat menjadikan kawasan savana sebagai salah satu bagian dari perjalanan menjelajahi Bromo. Dalam satu perjalanan, wisatawan dapat mengunjungi beberapa lanskap sekaligus, termasuk lautan pasir, kawah Bromo, Pasir Berbisik, dan savana. Mobil jip menjadi salah satu moda yang umum digunakan untuk menjelajahi berbagai titik tersebut.
Karena itu, perjalanan menuju Bukit Teletubbies umumnya lebih menarik jika dirancang sebagai bagian dari rute wisata Bromo, bukan hanya sebagai kunjungan ke satu lokasi.
Akses Menuju Kawasan Bromo
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dapat diakses melalui beberapa jalur. Informasi pariwisata resmi menyebut jalur Probolinggo melalui Desa Ngadisari sebagai salah satu akses yang populer dan relatif mudah, terutama bagi wisatawan yang menggunakan transportasi umum.
Selain Probolinggo, terdapat akses melalui Pasuruan dengan jalur Tosari serta jalur melalui Ngadas yang memiliki karakter perjalanan tersendiri.
Setelah berada di kawasan Bromo, wisatawan dapat menggunakan kendaraan yang sesuai dengan ketentuan dan kondisi kawasan untuk menuju sejumlah titik wisata. Mobil jip menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan untuk menjangkau beberapa spot dalam satu perjalanan.
Suhu Dingin Menjadi Bagian dari Pengalaman
Berada di kawasan pegunungan membuat perjalanan ke Bromo memiliki karakter yang berbeda dari wisata dataran rendah.
Informasi Indonesia Travel menyebut suhu di puncak Bromo berada pada kisaran sekitar 5–18 derajat Celsius. Kondisi tersebut membuat pakaian hangat menjadi perlengkapan yang penting, terutama bagi wisatawan yang berangkat pada dini hari untuk mengejar panorama matahari terbit.
Wisatawan juga perlu memperhatikan kondisi fisik dan mempersiapkan kebutuhan perjalanan karena beberapa aktivitas di kawasan Bromo dilakukan pada area terbuka dengan suhu yang cukup rendah.
Bukit Teletubbies dan Panorama Bromo
Salah satu keunggulan Bukit Teletubbies adalah posisinya sebagai bagian dari lanskap besar Bromo. Perbukitan hijau tidak berdiri sendiri, tetapi berpadu dengan karakter vulkanik kawasan TNBTS.
Pemandangan Bromo memiliki kombinasi yang cukup unik: gunung api, lautan pasir, savana, perbukitan, dan langit terbuka berada dalam satu kawasan wisata.
Indonesia Travel menyebut TNBTS sebagai kawasan yang menawarkan kombinasi alam, petualangan, dan budaya. Selain lanskap alam, wisatawan juga dapat menemukan Pura Luhur Poten yang memiliki kaitan erat dengan kehidupan dan tradisi masyarakat Tengger.
Ada Sisi Budaya Masyarakat Tengger
Berwisata ke Bromo tidak hanya memberikan pengalaman menikmati pemandangan alam. Kawasan ini juga memiliki kehidupan masyarakat Tengger yang menjadi bagian dari identitas kawasan.
Di sekitar TNBTS terdapat sejumlah pura, termasuk Pura Luhur Poten. Masyarakat asli Tengger dikenal masih menjalankan berbagai tradisi dan upacara yang menjadi bagian dari kehidupan budaya setempat.
Karena itu, wisatawan perlu memahami bahwa kawasan Bromo bukan hanya ruang rekreasi, tetapi juga kawasan konservasi sekaligus ruang hidup masyarakat dengan nilai budaya yang perlu dihormati.

Pernah Mengalami Kebakaran
Di balik popularitasnya, Bukit Teletubbies juga pernah menjadi perhatian karena kebakaran kawasan savana pada 2023.
Salah satu pemberitaan detikcom menyebut lokasi kebakaran berada di Blok Savana Lembah Watangan atau Bukit Teletubbies. Peristiwa tersebut dikaitkan dengan penggunaan flare untuk kepentingan foto prewedding.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kawasan savana memiliki kondisi lingkungan yang harus dijaga. Aktivitas wisatawan yang melibatkan api, benda mudah terbakar, atau tindakan yang berpotensi merusak vegetasi perlu dihindari.
Menjaga kawasan bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola, tetapi juga wisatawan yang datang menikmati keindahannya.
Waktu Berkunjung Perlu Dipertimbangkan
Tidak ada satu waktu yang mutlak menjadi pilihan terbaik bagi seluruh wisatawan karena setiap orang memiliki tujuan berbeda.
Wisatawan yang ingin melihat savana dengan nuansa hijau tentu perlu mempertimbangkan kondisi musim dan cuaca. Sementara mereka yang ingin menikmati matahari terbit perlu menyesuaikan perjalanan dengan waktu dan jalur menuju titik pengamatan.
Bagi pencinta fotografi, perubahan cahaya sepanjang hari juga memberikan karakter berbeda pada lanskap. Pagi hari dapat memberikan suasana berkabut dan lembut, sedangkan kondisi cuaca cerah dapat menghasilkan pemandangan yang lebih luas.
Karena kondisi kawasan pegunungan dapat berubah, pengecekan informasi terbaru mengenai cuaca, akses, serta aturan kunjungan sebelum berangkat tetap penting.

Tips Berkunjung ke Bukit Teletubbies Bromo
Agar perjalanan lebih nyaman, beberapa hal berikut dapat diperhatikan:
1. Periksa kondisi cuaca sebelum berangkat.
Cuaca dapat memengaruhi jarak pandang dan kenyamanan perjalanan.
2. Gunakan pakaian hangat.
Suhu di kawasan Bromo dapat cukup rendah, khususnya pada dini hari.
3. Gunakan alas kaki yang nyaman.
Beberapa aktivitas wisata dilakukan di area terbuka dengan permukaan tanah yang tidak selalu rata.
4. Jangan menyalakan api sembarangan.
Pengalaman kebakaran di kawasan savana menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran.
5. Jangan meninggalkan sampah.
Sebagai kawasan konservasi, kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian setiap pengunjung.
6. Hormati aturan kawasan konservasi.
Wisatawan perlu mengikuti ketentuan pengelola TNBTS selama berada di kawasan.
7. Hormati masyarakat dan budaya Tengger.
Kawasan Bromo juga memiliki nilai budaya dan kehidupan masyarakat yang perlu dihargai.
Bukit Teletubbies dalam Satu Paket Wisata Bromo
Menariknya, wisatawan tidak harus memilih antara Bukit Teletubbies dan destinasi Bromo lainnya. Kawasan tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan yang menggabungkan sejumlah objek wisata.
Dalam satu rangkaian perjalanan, wisatawan dapat menikmati matahari terbit, lautan pasir, kawah Bromo, Pasir Berbisik, savana atau Bukit Teletubbies, hingga sejumlah titik perbukitan lainnya. Indonesia Travel juga mencatat aktivitas menggunakan jip sebagai salah satu cara populer untuk menjelajahi beberapa titik wisata tersebut.
Itulah yang membuat Bromo memiliki daya tarik kuat. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat satu gunung, tetapi dapat menikmati beragam karakter lanskap dalam satu kawasan.
Bukit Teletubbies, Lanskap Hijau di Balik Ikon Bromo
Bukit Teletubbies Bromo memperlihatkan sisi lain dari kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Jika Bromo selama ini lebih dikenal melalui kawah dan lautan pasirnya, kawasan savana dan perbukitan hijau memberikan suasana yang berbeda.
Keindahan perbukitan, hamparan savana, udara pegunungan, serta panorama kawasan vulkanik membuat tempat ini memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Namun, popularitas juga membawa tanggung jawab. Pengunjung perlu menikmati kawasan secara bijak dengan menaati aturan, menjaga kebersihan, menghindari aktivitas yang berisiko menyebabkan kebakaran, serta menghormati lingkungan dan masyarakat setempat.
Dengan begitu, Bukit Teletubbies tidak hanya menjadi tempat yang indah untuk dikunjungi dan difoto, tetapi juga tetap menjadi bagian dari kawasan alam dan budaya Bromo yang dapat dinikmati dalam jangka panjang.
Informasi dan Foto:
https://www.indonesia.travel/id/id/destination/java/east-java/bromo-tengger-semeru-national-park—mount-bromo
https://www.indonesia.travel/id/id/travel-ideas/adventure/ide-aktivitas-bromo-tengger-semeru
https://www.indonesia.travel/id/id/travel-ideas/adventure/gunung-bromo
https://www.detik.com/jatim/wisata/d-8583484/apa-yang-membuat-gunung-bromo-selalu-ramai-ini-daya-tariknya
https://news.detik.com/berita/d-6919930/apa-itu-flare-yang-diduga-jadi-penyebab-kebakaran-gunung-bromo
https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/mengenal-bukit-teletubbies-bromo-acc/531792