Ini Wajah Arya Wibawa Pelaku Pemerkosaaan dan Pembunuhan Sadis terhadap Siswa SMP di Nabire

()

Kasus pembunuhan seorang siswi SMP berinisial CSK (14) di Nabire, Papua Tengah, menjadi perhatian publik setelah korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terbakar di kawasan Jalan Raya Waroki, Kamis (30/7/2026).

Polisi kemudian mengungkap seorang remaja berinisial AWS (14) sebagai terduga pelaku. Berdasarkan keterangan yang diberitakan sejumlah media, AWS merupakan teman dekat atau mantan pacar korban dan diduga telah merencanakan aksi tersebut.

Kronologi Berawal dari Korban Pergi ke Toko

Sebelum ditemukan meninggal, CSK diketahui sempat berada bersama kerabatnya pada Kamis (30/7/2026). Korban disebut sempat bermain dan makan cilok sebelum berpamitan sekitar pukul 20.00 WIT untuk pergi ke toko.

Menurut keterangan keluarga yang diberitakan Tribunnews, korban pergi setelah diminta ibunya membeli sesuatu. Keluarga kemudian mendapatkan kabar bahwa CSK ditemukan meninggal di kawasan Waroki.

Dalam sumber OTONITY, korban disebut kemudian dijemput AWS di kawasan Dunia Kolor. Polisi menduga AWS telah menyiapkan senjata tajam dan minyak tanah sebelum membawa korban ke lokasi yang sepi.

Perwakilan keluarga korban, Ruben Tandi saat membacakan riwayat pendidikan korban dalam ibadah penguatan, prosesi pemakaman korban di rumah duka menjelang, jalan Nabarua Bawah, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu, (2/8/2026).

Polisi Ungkap Dugaan Pembunuhan Berencana

Berdasarkan keterangan kepolisian yang dikutip sejumlah media, AWS diduga sempat mengejar korban sambil membawa pisau. Korban berhasil menghindar dari ancaman awal.

Pelaku kemudian diduga membujuk korban untuk kembali bertemu. Saat korban kembali mendekat, pelaku diduga mendorong korban hingga terjatuh dan kemudian mencekiknya hingga tidak sadarkan diri.

Setelah itu, korban diduga disiram minyak tanah yang sebelumnya telah dipersiapkan pelaku dan kemudian dibakar. Jasad korban ditemukan di kawasan Jalan Raya Waroki.

Pelaku Diamankan Polisi

Polres Nabire berhasil mengamankan AWS dalam waktu kurang dari tujuh jam setelah kejadian menurut laporan OTONITY. Rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi turut membantu proses pelacakan terhadap terduga pelaku.

Kepolisian menduga kasus tersebut berkaitan dengan persoalan asmara. Meski terduga pelaku masih berusia 14 tahun, penyidik menyatakan proses hukum tetap dilakukan dengan memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku terhadap anak.

Wakapolres Nabire Kompol Pieter Kendek juga menyampaikan bahwa AWS merupakan satu-satunya terduga pelaku yang telah diamankan dalam perkembangan penyidikan yang diberitakan pada awal Agustus 2026. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain sepeda motor, botol berisi minyak tanah, serta telepon genggam korban dan pelaku.

Keluarga Minta Kasus Diusut Tuntas

Kematian CSK meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Ruben Tandi, salah satu pihak keluarga korban, meminta kepolisian menangani perkara tersebut secara profesional dan transparan.

“Anak kami bukan anjing atau babi yang bisa dibunuh lalu dibakar begitu saja,” ungkap Ruben, dikutip dari TribunPapuaTengah.com.

Ruben juga meminta agar proses hukum terhadap pelaku dilakukan secara serius.

“Ini sungguh melampaui batas-batas akal sehat. Pelaku harus dihukum setimpal dengan perbuatannya.”

“Jangan ada yang coba-coba ‘bermain’. Kami tidak akan memberikan toleransi sedikit pun atas apa yang dialami anak kami,” tandas Ruben.

Informasi & Foto :
https://www.tribunnews.com/regional/7863026/viral-pembunuhan-sadis-siswi-smp-di-nabire-keluarga-korban-anak-kami-bukan-anjing-atau-babi
https://www.otonity.com/read/63537/kronologi-lengkap-pembunuhan-siswi-smp-di-nabire-pelaku-aws-tega-habisi-nyawa-chelsy-kaltrin-chandra
https://www.youtube.com/watch?v=KC5W2T52Drw
https://www.instagram.com/reel/DbmOZxFTQUO/?igsi=YXNydGk5djkwbndi

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses