Amadeus Pondera, mahasiswa Magister Informatika UII, mengembangkan sistem steganalisis berbasis CNN dan bifurkasi untuk mendeteksi serta mengungkap pesan rahasia pada citra digital guna mendukung investigasi forensik digital.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya dimanfaatkan untuk membangun sistem cerdas, tetapi juga menjadi solusi dalam menghadapi tantangan keamanan siber yang semakin kompleks. Salah satu inovasi tersebut tengah dikembangkan oleh Amadeus Pondera, mahasiswa Program Magister Informatika Universitas Islam Indonesia (UII) dengan konsentrasi Forensika Digital.
Melalui penelitian yang sedang dijalankannya, Amadeus mengembangkan sistem anti-anti forensik dalam steganalisis menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) yang dipadukan dengan pendekatan bifurkasi. Penelitian ini bertujuan membantu mengungkap pesan-pesan tersembunyi di dalam file gambar digital secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan dalam proses hukum.
Menjawab Tantangan Teknik Penyembunyian Data Modern
Dalam dunia keamanan informasi, steganografi merupakan teknik menyembunyikan data ke dalam media digital seperti gambar, audio, maupun video sehingga keberadaan pesan tersebut tidak terlihat secara kasat mata. Berbeda dengan enkripsi yang hanya menyamarkan isi pesan, steganografi menyembunyikan keberadaan pesan itu sendiri.
Seiring berkembangnya teknologi AI, teknik steganografi menjadi semakin canggih. Algoritma modern mampu menyisipkan data tanpa meninggalkan pola yang mudah dikenali sehingga semakin sulit dideteksi oleh metode forensik digital konvensional.
Kondisi tersebut melahirkan tantangan baru di bidang anti-forensik, yakni berbagai teknik yang sengaja dirancang untuk menghambat proses investigasi digital dan menyulitkan penyidik memperoleh barang bukti elektronik.
Mengembangkan CNN Berbasis Bifurkasi
Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Amadeus merancang sebuah model Convolutional Neural Network (CNN) yang menggunakan arsitektur bifurkasi.
Model tersebut diawali dengan proses Spatial Rich Model (SRM) Filter untuk mengekstraksi jejak manipulasi yang sangat halus pada citra digital. Selanjutnya jaringan CNN dibagi ke dalam dua jalur pemrosesan berbeda (bifurcation split pathway) sehingga sistem mampu mempelajari karakteristik citra dari dua perspektif secara bersamaan.
Hasil dari kedua jalur tersebut kemudian digabungkan kembali sebelum dilakukan proses klasifikasi dan ekstraksi informasi tersembunyi.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan sistem dalam:
- mendeteksi keberadaan pesan tersembunyi;
- mengenali manipulasi digital yang sulit diidentifikasi;
- mengekstrak informasi hasil steganografi adaptif;
- mempertahankan akurasi tinggi meskipun citra telah mengalami berbagai modifikasi.
Berkontribusi bagi Forensik Digital
Penelitian yang dilakukan Amadeus tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat praktis dalam bidang digital forensics.
Sistem yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi alat bantu bagi aparat penegak hukum, penyidik digital, maupun praktisi keamanan siber dalam mengungkap bukti elektronik yang sengaja disembunyikan oleh pelaku kejahatan siber.
Dengan kemampuan mendeteksi manipulasi yang semakin kompleks, penelitian ini berpotensi memperkuat proses investigasi digital sehingga hasil pemeriksaan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun hukum.


Didukung Hibah Penelitian Kemendikbudristek
Penelitian tersebut dilaksanakan dengan dukungan hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, sebagai bagian dari upaya mendorong lahirnya inovasi di bidang kecerdasan buatan, keamanan siber, dan forensik digital.
Dukungan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian yang tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga menghasilkan solusi yang dapat diterapkan dalam dunia nyata.
Mendorong Pengembangan Keilmuan AI dan Keamanan Siber
Melalui riset ini, Amadeus berharap dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan teknologi Artificial Intelligence untuk mendukung investigasi forensik digital di Indonesia.
Selain memperkaya kajian akademik mengenai steganalisis berbasis deep learning, penelitian ini juga diharapkan menjadi salah satu fondasi dalam pengembangan sistem pendeteksi manipulasi digital yang lebih adaptif terhadap teknik penyembunyian data generasi terbaru.
Referensi
- Instagram Magister Informatika Universitas Islam Indonesia (UII): https://www.instagram.com/p/DLAEHDBPhVV/
- Program Studi Magister Informatika UII: https://informatics.uii.ac.id/magister/
- Universitas Islam Indonesia: https://www.uii.ac.id/
