Pelajari aturan bagasi pesawat terbaru 2026, mulai dari bagasi kabin, bagasi tercatat, perubahan sistem bagasi Garuda Indonesia, hingga tips agar tidak terkena biaya tambahan.
Bagi masyarakat yang akan bepergian menggunakan pesawat, memahami aturan bagasi menjadi hal penting agar perjalanan berjalan lancar. Setiap maskapai memiliki kebijakan mengenai bagasi kabin, bagasi tercatat, ukuran koper, hingga barang yang dilarang dibawa.
Memasuki 2026, sejumlah maskapai juga mulai melakukan penyesuaian kebijakan bagasi. Salah satu perubahan terbaru datang dari Garuda Indonesia yang akan menerapkan sistem piece concept atau perhitungan bagasi berdasarkan jumlah koper mulai 1 September 2026.
Apa Itu Bagasi Kabin dan Bagasi Tercatat?
Secara umum, barang bawaan penumpang dibagi menjadi dua jenis.
Bagasi Kabin (Cabin Baggage)
Bagasi kabin adalah barang yang dibawa langsung ke dalam pesawat oleh penumpang.
Biasanya berupa:
- Tas ransel.
- Tas jinjing.
- Tas laptop.
- Koper kabin berukuran kecil.
Setiap maskapai memiliki batas ukuran dan berat maksimal yang harus dipatuhi.
Bagasi Tercatat (Checked Baggage)
Bagasi tercatat merupakan koper atau barang bawaan yang diserahkan kepada maskapai saat proses check-in.
Barang tersebut akan disimpan di ruang bagasi pesawat dan diambil kembali setelah penumpang tiba di bandara tujuan.
Definisi bagasi tercatat juga diatur dalam regulasi Kementerian Perhubungan mengenai penyelenggaraan angkutan udara.
Garuda Indonesia Terapkan Sistem Bagasi Baru
Mulai 1 September 2026, Garuda Indonesia akan mengubah sistem bagasi gratis dari Weight Concept menjadi Piece Concept.
Artinya, jatah bagasi tidak lagi hanya dihitung berdasarkan total berat seluruh koper, tetapi juga berdasarkan jumlah koper yang diperbolehkan, dengan batas berat maksimum untuk setiap koper. Kebijakan ini berlaku untuk tiket yang diterbitkan mulai tanggal tersebut.
Perubahan ini bertujuan memberikan kejelasan kepada penumpang sekaligus menyesuaikan standar layanan internasional.
Barang yang Sebaiknya Dibawa ke Kabin
Beberapa barang penting sebaiknya selalu dibawa ke dalam kabin, antara lain:
- Paspor atau KTP.
- Dompet.
- Telepon genggam.
- Laptop.
- Obat-obatan pribadi.
- Power bank (sesuai ketentuan maskapai).
- Dokumen penting.
- Barang berharga.
Membawa barang-barang tersebut di kabin dapat mengurangi risiko kehilangan atau keterlambatan bagasi.
Barang yang Tidak Boleh Masuk Bagasi Kabin
Demi alasan keselamatan penerbangan, beberapa barang dilarang dibawa ke kabin, seperti:
- Senjata tajam.
- Bahan peledak.
- Cairan dalam jumlah melebihi batas pada penerbangan internasional.
- Bahan mudah terbakar.
- Zat kimia berbahaya.
Sementara itu, beberapa jenis baterai litium dan power bank memiliki aturan khusus sehingga penumpang perlu memeriksa ketentuan maskapai sebelum bepergian.
Tips Agar Tidak Kena Biaya Bagasi Tambahan
Untuk menghindari biaya tambahan saat check-in, lakukan beberapa langkah berikut:
- Timbang koper sebelum berangkat.
- Gunakan koper yang ringan.
- Periksa jatah bagasi pada tiket.
- Jangan membawa barang yang tidak diperlukan.
- Gunakan koper sesuai ukuran yang diperbolehkan.
- Datang lebih awal apabila membutuhkan bagasi tambahan.
Persiapan sederhana tersebut dapat membantu menghemat biaya perjalanan.
Periksa Aturan Setiap Maskapai
Aturan bagasi dapat berbeda antara satu maskapai dengan maskapai lainnya.
Beberapa maskapai menawarkan bagasi gratis, sedangkan lainnya menerapkan tarif sesuai berat atau jumlah koper.
Karena itu, penumpang disarankan membaca syarat dan ketentuan maskapai sebelum membeli tiket atau melakukan perjalanan.
Memahami aturan bagasi merupakan bagian penting dari persiapan perjalanan menggunakan pesawat. Selain mengetahui perbedaan antara bagasi kabin dan bagasi tercatat, penumpang juga perlu mengikuti kebijakan terbaru dari maskapai agar terhindar dari biaya tambahan maupun kendala saat check-in.
Dengan melakukan persiapan sejak awal, perjalanan udara dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan efisien.
FAQ
Apa perbedaan bagasi kabin dan bagasi tercatat?
Bagasi kabin dibawa masuk ke dalam pesawat oleh penumpang, sedangkan bagasi tercatat diserahkan kepada maskapai saat check-in dan disimpan di ruang bagasi pesawat.
Apa itu sistem Piece Concept?
Piece Concept adalah sistem bagasi yang menghitung jatah berdasarkan jumlah koper, bukan hanya total berat keseluruhan. Garuda Indonesia akan menerapkannya mulai 1 September 2026.
Apakah setiap maskapai memiliki aturan bagasi yang sama?
Tidak. Setiap maskapai dapat memiliki ketentuan berbeda mengenai berat, ukuran, maupun biaya bagasi.
Mengapa koper saya dikenakan biaya tambahan?
Biasanya karena berat, ukuran, atau jumlah bagasi melebihi batas yang telah ditentukan maskapai.
Referensi :
- https://tirto.id/garuda-ubah-aturan-bagasi-1-september-2026-dihitung-per-koper-hzBc
- https://nasional.tvrinews.com/berita/tbpl1kj-garuda-indonesia-terapkan-aturan-bagasi-baru-mulai-1-september-2026
- https://www.peraturan.go.id/files/permenhub-no-1-tahun-2026.pdf
- https://rri.co.id/nasional/2563118/garuda-indonesia-ubah-aturan-bagasi-bebas-biaya-mulai-1-september-2026
- https://www.metrotvnews.com/read/KXyCWO0R-wajib-tahu-ini-aturan-bagasi-pesawat-terbaru-2026-berdasarkan-maskapainya
