PALU – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang pertama kali dilaksanakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi (FSAINTEK) UIN Datokarama Palu memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa sekaligus memperoleh respons positif dari dunia industri. Hal tersebut terungkap dalam Seminar Hasil MBKM yang diselenggarakan pada Senin (20/7/2026) di Ruang Borang FSAINTEK dan beberapa ruangan tambahan.
Kegiatan seminar dihadiri oleh Dekan FSAINTEK UIN Datokarama Palu, Dr. Gani Jumat, M.Ag., para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan Teknik dan Informatika, dosen pembimbing, dosen penguji, serta 13 mahasiswa peserta MBKM yang mempresentasikan pengalaman dan hasil kegiatan mereka selama mengikuti program.
Seminar hasil menjadi tahapan akhir bagi mahasiswa setelah menjalani pembelajaran di luar kampus melalui program MBKM. Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai pengalaman, capaian kompetensi, hingga kontribusi yang telah mereka berikan selama berada di instansi mitra.
Sebanyak 13 mahasiswa mengikuti program ini, terdiri atas 7 mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, 3 mahasiswa Program Studi Informatika, dan 3 mahasiswa Program Studi Arsitektur. Mereka melaksanakan kegiatan MBKM pada empat mitra, yaitu CV Techno Celebes, CV Vitakarya Wiguna, CV Hasanah Abadi Konsultan, dan PT Telkom Witel Sulbagteng.
Ketua Panitia MBKM, Fitriningsih, S.S., S.Pd., M.Hum., menjelaskan bahwa pelaksanaan MBKM angkatan pertama menghasilkan banyak pengalaman positif, baik bagi mahasiswa maupun pihak mitra.
Menurutnya, para stakeholder memberikan apresiasi terhadap kualitas mahasiswa FSAINTEK selama menjalani program. Bahkan, beberapa mitra menyampaikan keinginan untuk menambah kuota mahasiswa magang pada pelaksanaan magang reguler atau Kuliah Kerja Profesi (KKP) di semester tujuh mendatang.
“Stakeholder memberikan apresiasi baik terhadap kegiatan MBKM ini. Bahkan ada beberapa stakeholder yang menambah kuota peserta magang sehingga nanti fakultas bisa menempatkan mahasiswa lebih banyak di tempat stakeholder saat magang reguler (KKP) di semester tujuh,” ujar Fitriningsih.
Di sisi lain, mahasiswa peserta MBKM juga mengaku memperoleh manfaat yang sangat besar dari program tersebut. Mereka tidak hanya belajar menyelesaikan pekerjaan sesuai bidang keilmuan, tetapi juga memahami bagaimana budaya kerja, komunikasi profesional, manajemen waktu, serta tanggung jawab di lingkungan kerja yang sesungguhnya.







Mahasiswa juga menyampaikan rasa bangga karena memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan teori yang dipelajari selama kuliah ke dalam pekerjaan nyata. Pengalaman tersebut dinilai memberikan wawasan baru mengenai tantangan dunia kerja sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mempersiapkan karier setelah lulus.
Pelaksanaan MBKM ini memiliki makna khusus bagi FSAINTEK UIN Datokarama Palu. Selain menjadi implementasi pertama sejak fakultas berdiri, program ini juga diikuti oleh mahasiswa angkatan pertama yang memperoleh kesempatan belajar di luar kampus pada semester enam.
Melalui pengalaman tersebut, FSAINTEK berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga keterampilan praktis, kemampuan beradaptasi, serta pengalaman profesional yang menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia kerja.
Keberhasilan pelaksanaan MBKM perdana ini sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri. Dukungan stakeholder yang siap menambah kuota magang menunjukkan bahwa kolaborasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak. Ke depan, FSAINTEK UIN Datokarama Palu berkomitmen memperluas kemitraan dengan berbagai instansi agar semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan belajar langsung di lingkungan kerja profesional, sejalan dengan tujuan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
