Mahasiswa Sistem Informasi UIN Datokarama Palu Lolos Finalis KST PTKI II 2026 Lewat Inovasi AI Pelestarian Bahasa Kaili

()

Tiga mahasiswa Sistem Informasi UIN Datokarama Palu berhasil menjadi finalis KST PTKI II 2026 melalui inovasi TUTURA, aplikasi berbasis AI untuk pelestarian dialek Kaili Ledo.

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi (FSAINTEK), Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu. Tiga mahasiswa berhasil lolos sebagai Finalis Esai Kompetisi Sains dan Teknologi (KST) PTKI II Tahun 2026 melalui karya inovatif yang mengangkat pelestarian bahasa daerah berbasis kecerdasan buatan.

Bacaan Lainnya

Ketiga mahasiswa tersebut adalah:

  • Nagib Nadir
  • Nayla Alkaf
  • Khoirul Hamdani

Mereka berhasil mencuri perhatian dewan juri melalui karya berjudul:

“TUTURA: Implementasi Deep Learning RNN Transformers dalam Aplikasi Pelestarian Dialek Kaili Ledo.”

Prestasi tersebut diumumkan melalui akun resmi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu yang memberikan apresiasi atas pencapaian mahasiswa dalam ajang ilmiah tingkat nasional.

Membawa Kearifan Lokal ke Dunia Artificial Intelligence

Karya ilmiah berjudul TUTURA mengangkat salah satu isu penting di Sulawesi Tengah, yaitu pelestarian dialek Kaili Ledo, salah satu bahasa daerah yang menjadi identitas budaya masyarakat Kaili.

Melalui pendekatan Artificial Intelligence (AI), tim mahasiswa menawarkan konsep aplikasi yang memanfaatkan teknologi Deep Learning, khususnya arsitektur Recurrent Neural Network (RNN) dan Transformer, untuk membantu proses pelestarian, pembelajaran, serta dokumentasi bahasa daerah secara digital.

Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi modern dapat dimanfaatkan untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal di tengah perkembangan era digital.

Mengenal TUTURA

Nama TUTURA dipilih sebagai identitas aplikasi yang berfokus pada pelestarian bahasa daerah melalui teknologi kecerdasan buatan.

Secara konseptual, aplikasi ini dirancang untuk mendukung beberapa fungsi, antara lain:

  • Dokumentasi kosakata dialek Kaili Ledo.
  • Pembelajaran bahasa berbasis AI.
  • Penerjemahan sederhana menggunakan model bahasa.
  • Pengembangan media edukasi digital.
  • Pelestarian bahasa daerah untuk generasi muda.

Apabila dikembangkan lebih lanjut, konsep seperti ini berpotensi menjadi salah satu contoh implementasi AI for Local Culture di Indonesia.

Mengapa Memilih Deep Learning RNN dan Transformer?

Dalam beberapa tahun terakhir, model Transformer menjadi teknologi utama dalam pengembangan kecerdasan buatan di bidang pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing/NLP).

Sementara itu, Recurrent Neural Network (RNN) dikenal sebagai salah satu model awal yang banyak digunakan untuk mempelajari data berbentuk urutan (sequence), seperti teks dan percakapan.

Kombinasi kedua pendekatan tersebut memungkinkan sistem memahami pola bahasa secara lebih baik sehingga dapat diterapkan untuk:

  • Pengenalan kosakata.
  • Analisis struktur kalimat.
  • Prediksi kata berikutnya.
  • Terjemahan bahasa.
  • Pelestarian bahasa yang mulai jarang digunakan.

Pendekatan inilah yang menjadi salah satu nilai inovatif dalam karya TUTURA.

Tentang Kompetisi Sains dan Teknologi (KST) PTKI II 2026

Kompetisi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (KST PTKI) II Tahun 2026 merupakan ajang kompetisi ilmiah nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Kompetisi ini bertujuan untuk:

  • Mengembangkan budaya riset di lingkungan PTKI.
  • Mendorong inovasi mahasiswa.
  • Menghasilkan solusi berbasis sains dan teknologi.
  • Memperkuat kolaborasi akademik antarperguruan tinggi keagamaan Islam.

Peserta berasal dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di seluruh Indonesia.

Ajang ini menjadi salah satu kompetisi akademik paling bergengsi di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan Islam.

Apresiasi dari Fakultas Sains dan Teknologi

Melalui unggahan resminya, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada ketiga mahasiswa atas keberhasilan menjadi finalis tingkat nasional.

Fakultas menilai pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, serta semangat inovasi mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mengangkat kekayaan budaya lokal Sulawesi Tengah.

FSAINTEK juga berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berinovasi.

AI untuk Melestarikan Budaya Daerah

Pelestarian bahasa daerah kini menjadi salah satu tantangan besar di era digital.

Menurut UNESCO, banyak bahasa daerah di dunia menghadapi risiko penurunan jumlah penutur akibat perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

Karena itu, pemanfaatan Artificial Intelligence, Natural Language Processing (NLP), serta digitalisasi bahasa menjadi salah satu pendekatan yang mulai banyak dikembangkan oleh peneliti di berbagai negara untuk mendokumentasikan dan melestarikan bahasa-bahasa lokal.

Konsep yang diusung dalam karya TUTURA menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia juga mampu menghadirkan inovasi yang menggabungkan teknologi modern dengan pelestarian budaya lokal.

Keberhasilan Nagib Nadir, Nayla Alkaf, dan Khoirul Hamdani menjadi Finalis Esai Kompetisi Sains dan Teknologi (KST) PTKI II Tahun 2026 merupakan prestasi yang membanggakan bagi Program Studi Sistem Informasi dan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu.

Melalui karya “TUTURA: Implementasi Deep Learning RNN Transformers dalam Aplikasi Pelestarian Dialek Kaili Ledo”, ketiga mahasiswa menunjukkan bahwa teknologi kecerdasan buatan tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan industri, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya lokal Indonesia.

Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

FAQ

Siapa mahasiswa yang menjadi finalis KST PTKI II 2026?

Mahasiswa tersebut adalah Nagib Nadir, Nayla Alkaf, dan Khoirul Hamdani dari Program Studi Sistem Informasi UIN Datokarama Palu.

Apa judul karya yang mereka ajukan?

Judul karya mereka adalah “TUTURA: Implementasi Deep Learning RNN Transformers dalam Aplikasi Pelestarian Dialek Kaili Ledo.”

Apa itu KST PTKI?

KST PTKI merupakan Kompetisi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, ajang kompetisi nasional yang diselenggarakan bagi mahasiswa PTKI untuk menampilkan inovasi di bidang sains, teknologi, dan riset.

Apa tujuan aplikasi TUTURA?

TUTURA dirancang sebagai konsep aplikasi berbasis Artificial Intelligence yang bertujuan membantu pelestarian dialek Kaili Ledo melalui teknologi Deep Learning dan Natural Language Processing.

Referensi

  1. Instagram Fakultas Sains dan Teknologi UIN Datokarama Palu. Pengumuman Finalis Esai Kompetisi Sains dan Teknologi (KST) PTKI II Tahun 2026.
  2. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Kompetisi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (KST PTKI).
  3. UNESCO. International Decade of Indigenous Languages 2022–2032.
  4. Vaswani, A., et al. (2017). Attention Is All You Need. Advances in Neural Information Processing Systems (NeurIPS).
  5. Goodfellow, I., Bengio, Y., & Courville, A. (2016). Deep Learning. MIT Press.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses